spot_img
Monday, June 17, 2024
spot_img

14 Ribu Siswa SD/MI Jalani UKD, Server Sempat Down

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Suasana semangat mewarnai pelaksanaan Ujian Kompetensi Daerah (UKD) hari pertama yang diikuti siswa kelas 6 SD/MI sederajat di Kota Malang, Senin (6/5) kemarin. UKD yang digelar selama tiga hari hingga Rabu (8/5) besok ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang ini sebagai syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi akademik ke SMP Negeri Kota Malang.

Salah satu SD yang mengikuti SDN Tunjungsekar 1 dan SDN Bunulrejo 2. Kepala SDN Tunjungsekar 1 Malang, Budi Hartono M. M.Pd mengatakan bahwa UKD tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena menggunakan materi literasi dan numerasi yang disuguhkan dalam bentuk soal cerita.

“Materi tersebut sebagai latihan anak-anak agar mereka memiliki pemahaman dan wawasan yang luas dalam menyimpulkan soal cerita dan bagaimana menghitung dengan benar,” terangnya kepada Malang Posco Media kemarin.

Ia menjelaskan literasi merujuk kepada kemampuan seperti menulis, membaca, dan memahami teks tulis. Sementara numerasi merujuk pada kemampuan seseorang dalam menghitung dan memanipulasi angka.

UKD di SDN Tunjungsekar 1 menggunakan dua ruangan yaitu ruang multimedia dan ruang aula. Dilakukan dengan tiga alur, terdiri dari sesi uji coba dan dua sesi ujian. Sesi ujian pertama dilaksanakan pukul 9.15 sampai dengan 10.45 WIB. Sedang sesi ujian kedua dilakukan pada pukul 11.15 sampai dengan 12.45 WIB. Budi menjelaskan belum ada kendala serius yang dialami selama pelaksanaan UKD kemarin.

“Yang namanya kegiatan pasti ada kendala baik besar atau kecil. Namun, Sejauh ini tidak ada kendala serius karena kita sudah mempersiapkan UKD ini jauh sebelum hari pelaksanaan. Sebelum UKD juga kami memberikan latihan kepada siswa agar mereka dapat mengerjakan ujian dengan baik dan benar,” ujar Budi.

Terpisah, suasana UKD hari pertama cukup membuat senam jantung dan mengocok perut di SDN Bunulrejo 2. Wali kelas 6C Sugeng Widarsono, A.Md., S.Pd., Gr. menjelaskan jadwal pelaksanaan UKD yang sedianya dimulai 06.45 untuk ujicoba dilanjutkan jam 07.00 sesi 1 sempat mundur karena server sempat mengalami down.

“Akibatnya sesi 1 UKD mundur menjadi jam 9.00. Namun, lagi-lagi server belum siap ngorbit sehingga down lagi,” terang guru yang akrab disapa Gege ini.

Keadaan tersebut menjadikan siswa semakin panik. Tidak hanya siswa, bapak-ibu guru juga beberapa orang tua yang terlibat dalam paguyuban yang membantu menyiapkan makanan ringan dan susu buat anak-anak juga turut panik. Setelah 2 kali mengistirahatkan siswa dari ruang ujian, UKD sesi 1 baru bisa dimulai pukul 10.45 dan berhasil submit pada pukul 12.00.

“Hal ini tidak terjadi di sekolah kami saja, SDN Bunulrejo 2, melainkan seluruh SD di Kota Malang. Namun, tugas kami sebagai guru tidak boleh memperkeruh suasana. Kami mengajak siswa sesi 2 untuk sholat Dhuha bersama dan berdzikir mohon kelancaran dan kemudahan,” terangnya.

Selain itu, para guru pun menghimbau kepada orang tua untuk mengirimkan bekal sebagai makan siang. Mengingat kemungkinan UKD sesi 2 akan berakhir lebih siang dari jadwal. Meski begitu, ia berharap keadaan ini tidak mengurangi nilai juang siswa-siswi dalam mempersiapkan materi  dan mentalnya. “Semoga hasilnya tetep istimewa sesuai dengan harapan kita semua,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana menyampaikan, ada ribuan siswa yang berpartisipasi dalam UKD tahun ini. Tidak hanya dari Kota Malang, UKD ini juga diikuti oleh masyarakat dari daerah lain.

“Ada 14 ribu sekian, itu untuk Kota Malang. Bagi warga masyarakat luar Kota Malang atau siswa lulusan SD/MI di luar Kota Malang boleh mengikuti Uji Kompetensi Dasar (UKD). Karena UKD itu untuk dasar ikut PPDB jalur prestasi rapor,” tandasnya. (ian/aim)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img