spot_img
spot_img

222 Mahasiswa Lolos Tahap 1 Program UM Super

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Bentuk kepedulian terhadap mahasiswa senantiasa terus dilakukan oleh Universitas Negeri Malang (UM), salah satunya adalah dengan melaunching program UM Student-Parent Entrepreneur (Super). Program ini ditujukan bagi mahasiswa mulai jenjang strata satu hingga strata tiga, terutama yang orang tuanya berprofesi sebagai pengusaha. Kegiatan launching digelar di auditorium lantai 9 Gedung A20 UM, Selasa (24/1) kemarin.

“Program UM Super ini memang awalnya di inisiasi oleh pak Rektor, karena beliau memiliki kepedulian yang tinggi terhadap para mahasiswanya. Terutama bagi mahasiswa yang mengalami kendala dalam pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT),” tutur Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UM, Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M kepada Malang Posco Media kemarin.

Dilanjutkannya bahwa pemberdayaan terhadap mahasiswa tersebut bisa mengikuti pekerjaan dari orang tuanya, sehingga program UM Super ini lebih ditekankan kepada mereka para pelaku wirausaha. Terdapat 222 mahasiswa dari total 1000 peminat yang berhasil lolos program UM Super pada tahap 1.

Berita Lainnya:  Komitmen Bangun Sinergi Lebih Kuat

“Intinya adalah mengembangkan kemampuan wirausaha dari mahasiswa yang dibantu oleh para orang tua. Ini adalah salah satu bentuk kepedulian kita kepada mahasiswa dan orang tua yang memiliki peran penting di masyarakat,” ujarnya.

Diharapkan kepada mahasiswa yang telah mengikuti program UM Super tersebut setelah lulus dari bangku kuliah tidak lagi bingung dalam mencari pekerjaan, karena mereka sudah menciptakan satu profesi yakni wirausaha. Program tersebut turut menggandeng lima Bank Nasional diantaranya adalah BRI, Mandiri, BTN, BNI dan Bank Jatim

“Yang membanggakan lagi dengan adanya UM Super, lima bank besar di Malang dapat bersinergi untuk mensukseskan program ini. Yang sebelumnya hanya saling lihat, kini dapat duduk bersama dalam mengemban satu tanggung jawab,” kata Dosen Manajemen tersebut.

Terdapat tiga kegiatan yang dilaksanakan, pelatihan atau tahap rendah ditujukan kepada mahasiswa yang belum sama sekali mengenal dunia entrepreneur meskipun orang tuanya adalah pengusaha. Kemudian tahap menengah ditujukan bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman berwirausaha serta tahap akhir adalah pengembangan yang diperuntukkan bagi mereka yang sudah mahir dalam berwirausaha.

Berita Lainnya:  Sukses Gelar AFITA Dengan Peserta Terbanyak

“Untuk pendampingan nanti akan dilakukan setiap minggu, dikhususkan pada hari sabtu. Jadi ada materi-materi pendampingan yang akan disampaikan oleh para dosen UM sendiri yang sudah expert, para praktisi maupun dari pihak Bank yang bekerjasama,” lanjutnya harapan dari pendampingan yang berkesinambungan terhadap mahasiswa tersebut akan menghasilkan pilot project (proyek percontohan) dari kewirausahaan UM itu sendiri.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono,M.Pd menuturkan bahwasanya peran keluarga sangat penting dalam perkembangan anak. Sehingga sinergi antara orang tua, mahasiswa dan juga kampus sangatlah diperlukan.

“Insyaallah jika program ini berhasil, kita tidak hanya memfasilitasi mahasiswa dan keluarga, tetapi juga dapat menjadi pemantik serta menginspirasi bagi dunia pendidikan maupun dunia usaha,” ujar Prof. Hariyono. (adm/bua)

BERITA LAINNYA