spot_img
Thursday, July 25, 2024
spot_img

3 Tewas, 5 Luka Berat dan Ringan

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Suami Istri Meregang Nyawa Saat Perawatan

Angkernya Jalur Tengkorak Klemuk

- Advertisement -

MALANG POSCO MEDIA – Kecelakaan akibat remblong kembali terjadi di jalur tengkorak Klemuk, Songgoriti, Kelurahan Songgokerto Kecamatan Batu Kota Batu, Selasa (16/5) sekitar pukul 16.00 WIB kemarin. Rem blong dialami truk dengan nopol AG 9915 VI yang dikendarai oleh Nasrullah (25) asal Kediri menabrak satu mobil dan tiga sepeda motor secara beruntun. Akibatnya tiga pengendara motor tewas dan lima korban mengalami luka berat dan ringan.

Salah satu saksi, Gandi Kusumo yang juga relawan jalur tengkorak Klemuk mengatakan pengendara truk mengalami rem blong sejak mulai masuk jalur Klemuk dari arah Pujon Kabupaten Malang menuju Kota Batu.

“Jadi truk sudah mengalami rem blong sejak dari atas. Saat itu relawan yang ada di posko Klemuk sudah mengarahkan pengemudi truk untuk membelokkan kendaraannya ke jalur penyelemat yang ada di sebelah kiri jalur,” ujar Gandi kepada Malang Posco Media.

Namun karema truk membawa tiga ekor sapi membuat pengemudi hilang kendali. Bahkan truk sempat oleng ke kanan dan ke kiri hingga akhirnya menabrak pondasi salah satu rumah yang berada di kiri jalan simpang empat Klemuk.

“Mungkin saat truk mengalami remblong dan membawa tiga ekor sapi membuat pengemudi hilang kendali. Sehingga truk sempat oleng ke kanan dan ke kiri hingga akhirnya terguling tepat di perempatan Klemuk (Songgoroti, red),” bebernya.

Dari data yang dihimpun Malang Posco Media, untuk tiga korban tewas adalah Kuswantoro (47) warga Jalan Suropati Gg Karate RT 03 RW 12 Kelurahan Ngaglik Kecamatan Batu. Diketahui saat kejadian nahas menimpa Kuswantoro yang akan berangkat memancing.

Kemudian Sunarianto warga RT 5 RW 10 Kelurahan Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dan Siti Muyasaroh (53) asal Dusun Junggo RT 03 RW 08 Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu yang dibonceng oleh Sunarianto. Sepasang suami istri ini akhirnya meninggal saat mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara.

Sedangkan untuk korban luka ringan adalah Imam Maki (35) asal Kabupaten Kediri yang saat kejadian posisi korban duduk di depan tengah. Serta Anggi Diska (22) yang juga penumpang truk asal Kabupaten Kediri.

Untuk pengendara sepeda motor yang mengalami luka berat meliputi adalah Agus Setya Budi (41) asal Lamongan. Agus berboncengan dengan Susana Setyowati (41) asal Lamongan. 

Sementara itu Kapolres Batu AKBP Oscar Syamsudin mengatakan, petugas tengah melakukan oleh TKP dan mengumpulkan saksi-saksi. Untuk selanjutnya bisa mengambil langkah dalam menentukan adakah tersangka dalam laka tersebut. “Saat ini masih olah TKP. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka,” tegasnya.

Namun untuk mengantisipasi adanya laka kembali di Jalur Klemuk, Polres Batu dan Dinas Perhubungan Kota Batu bakal memasang portal untuk menghalau kendaraan berat melintasi Jalur Tengkorak Klemuk. “Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi kembali, kami dan Dishub akan memasang portal di ujung Jalur Klemuk tepatnya di pintu masuk dari arah Pujon,” paparnya.

Selain pemasangan rambu-rambu lalu lintas, pihaknya juga menghimbau agar kendaraan berat, khususnya roda 6 agar tidak melintasi Jalur Klemuk, juga terus dilakukan. Meski diketahui masih banyak kendaraan berat tetap nekat melintas.

“Mungkin karena jalur ini bisa memangkas waktu tempuh ketika melintas dari Pujon ke Batu sehingga banyak yang nekat. Begitu juga portal yang pernah dipasang selalu dirusak oleh pengendara,” imbuhnya.

Jalur alternatif Klemuk atau Jalan Rajek Wesi yang merupakan penghubung antara Kota Batu dengan Kabupaten Malang (Malang Barat, red) menjadi jalur penyumbang tertinggi angka kecelakaan. Dari data yang dihimpun Malang Posco Media dalam dua hari saja, yakni 24-25 April terjadi hampir 20 kecelakaan lalu lintas akibat rem blong.

Beruntung kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan rem blong tidak memakan korban jiwa, hanya luka dan kerugian material. Hal tersebut dikarenakan pengendara, baik R2 dan R4 yang mengalami kecelakaan memanfaatkan jalur penyelamat yang dibuat dan dibangun secara swadaya oleh warga Songgoriti Kelurahan Songgokerto,Kecamatan/Kota Batu.

Disampaikan oleh salah satu relawan di Jalur Klemuk, Gandi Kusumo bahwa rata-rata kejadian rem blong didominasi oleh kendaraan roda dua. Bahkan selama dua hari kemarin pihaknya mencatat kecelakaan akibat rem blong antara 15-20 kejadian.

“Dua hari ini kurang lebih 15 sampai 20 kendaraan rem blong. Dengan kendaraan rem blong didominasi R2 dan hanya satu kendaraan R4. Mereka yang mengalami rem blong merupakan wisatawan dan pemudik dengan rata-rata kendaraan luar kota seperti plat S, W, L, AG, N dan lainnya,” ujar Gandi kepada Malang Posco Media.

Ia menjelaskan bahwa kebanyakan pengendara tidak tahu kondisi jalan. Selain itu banyak pengendara yang memanfaatkan penunjuk jalan dengan menggunakan google maps. Namun, lanjut Gandi, beruntung pengendara yang mengalami rem blong tidak sampai luka parah. Pasalnya pengendara memanfaatkan jalur penyelamatan yang dibangun oleh warga. Sehingga pengendara dapat meminimalisasi kecelakaan yang lebih parah lagi.

“Amat sangat membantu dengan adanya jalur penyelamat. Karena kendaraan masuk jalur penyelamatan ketika rem blong bisa tertahan dengan adanya pasir sehingga laju kendaraan bisa melambat dan berhenti,” bebernya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada para pengendara yang melewati Jalur Klemuk untuk memastikan kendaraan dalam kondisi baik. Serta mengetahui kondisi jalan yang cukup curam.(eri/lim)

- Advertisement - Pengumuman
- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img