Friday, August 29, 2025

Tidak Takut Tapi Tetap Waspada

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Jelang Libur Nataru, RSSA Siagakan Layanan Covid-19

MALANG POSCO MEDIA– Ditemukannya tren kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia membuat sejumlah fasilitas kesehatan meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi. Termasuk RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Apalagi rumah sakit milik Pemprov Jatim ini merupakan rumah sakit rujukan utama dan dulunya merupakan rumah sakit utama pelayanan Covid-19.

Kepala Instalasi Pelayanan Infeksi Terpadu RSSA Malang Dr. dr. Susanthy Djajalaksana, Sp.P(K) menyampaikan pihaknya sudah menyiagakan kembali layanan Covid-19 seperti yang digunakan saat pandemi lalu. Saat ini layanan tersebut diberi nama Instalasi Pelayanan Infeksi Terpadu (IPIT) dan seluruh tenaga kesehatan maupun sarana prasarananya telah dipersiapkan.

“Untuk kamar yang tersedia bagi pasien Covid-19, itu berjumlah 38 bed di ruang Melati. Kemudian kalau untuk nakes, kita tidak menyiapkan khusus (jumlahnya) tapi kalau seandainya terjadi ledakan kasus, kita sudah menyiapkan simulasinya. Siapa saja yang akan direlokasi ke tempat Covid-19, itu sudah ada siapa-siapa saja,” terang Santy,  sapaan Dr. dr. Susanthy Djajalaksana, Sp.P(K). kepada awak media, Senin (18/12) kemarin.

Berdasarkan data yang dipaparkan RSSA Malang dan berasal dari New All Record Provinsi Jawa Timur, selama seminggu terakhir ditemukan sejumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Timur. Yakni sebanyak 119 kasus, atau meningkat 69 kasus dari sebelumnya hanya 50 kasus. Tiga di antaranya meninggal dunia karena komorbid atau disertai penyakit bawaan.

Lalu pada 14 Desember lalu, ditemukan sebanyak 23 orang positif Covid-19. Dengan memperhatikan temuan seperti ini, maka layanan khusus untuk penanganan Covid-19 harus sudah siap untuk berbagai kemungkinan.

“Insya Allah apa yang sudah ada tidak dihilangkan, tapi kami tetap jaga untuk mempersiapkan apapun yang terjadi. Semua alurnya sudah kami sesuaikan. Gedung (IPIT) ini digunakan karena sudah memenuhi syarat,” jelasnya.

“Sudah dialiri oksigen sentral, sudah tersedia ruang foto thorax, USG, tempat swab tersendiri, alur masuk petugas dan pasien berbeda bahkan ada liftnya berbeda untuk petugas dan pasiennya,” sambung Santy. 

Kepala Instalasi Gawat Darurat RSSA Malang dr. Dwi Wardoyo Triyuliarto, Sp.EM,KEC menambahkan, selama momen libur panjang Natal dan Tahun Baru nanti layanan di RSSA Malang tetap buka 24 jam, terutama di Instalasi Gawat Darurat. Pihaknya pun sudah melakukan koordinasi untuk melakukan sejumlah antisipasi. Khususnya untuk kasus- kasus yang membutuhkan peralatan dan obat -obatan tidak sampai terputus. Termasuk juga untuk kasus Covid-19

“Kami sudah mempersiapkan pelebaran bilamana terjadi ekskalasi. Jadi kami sudah belajar dari kejadian seperti Tragedi Kanjuruhan itu. Kami sudah punya persiapan untuk IGD darurat,” katanya.

“Nanti IGD kami ada dua, ada di pintu masuk yang non infeksi dan ruangan baru yakni ruang untuk instalasi emergency. Jadi misal ada pasien yang masuk belum mendapatkan kamar, itu dari flow IGD bisa terjaga dan diarahkan ke sana,” sambung dr. Dwi Wardoyo Triyuliarto, Sp.EM,KEC.

Direktur RSSA Malang dr. Bachtiar Budianto menyampaikan, meski hingga sampai saat ini belum ada kasus positif Covid-19 di Malang, namun pihaknya perlu memberikan edukasi kepada masyarakat. Kesiapan menghadapi penyakit menular tersebut bisa ditangani dan diantisipasi dengan baik. Pihaknya sudah menyiapkan SDM, sarana dan prasarana hingga sistem layanan untuk penanganan kasus Covid-19.

“Insya Allah kami sudah siap jika ada kasus baru tapi mudah-mudahan tidak terjadi. Berkenaan dengan lonjakan kasus baru sudah sampai Surabaya itu risiko untuk sampai sini tetap ada. Yang penting adalah masyarakat tidak takut, tapi waspada,” tegas Bachtiar.

Sesuai  pesan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin,  kewaspadaan yang diharapkan untuk masyarakat yakni dianjurkan  kembali menerapkan protokol kesehtan (prokes), seperti menggunakan masker di tempat umum. Apalagi berkenaan dengan momen libur panjang yang berpotensi untuk pergerakan dan perpindahan virus Covid-19.

“Harapan kami masyarakat memahami sehingga berupaya menggunakan prokes di tempat umum. Mudah-mudahan tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi dan semoga masyarakat kita tetap sehat, dan terjaga,” tandasnya. (ian/van)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img