MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Banyaknya potensi relawan Malang Raya, Yayasan Rumah Solusi perkuat kemampuan anggotanya untuk meningkatkan harapan hidup masyarakat. Menggandeng RSUB, puluhan relawan bersama mendapatkan materi kegawatdaruratan, Kamis (30/1).

Founder Yayasan Rumah Solusi Premitha mengatakan bahwa organisasi non-pemerintahan itu, sejatinya memiliki visi ‘Menebar Semyum dan Cinta untuk Mereka yang Membutuhkan’. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa siapa pun, tanpa terkecuali, dapat mengakses layanan dasar tanpa terbebani biaya.
“Relawan kami tidak digaji. Mereka bekerja dengan hati dan fisik sepenuhnya untuk masyarakat. Tidak hanya sekadar ambulans, kami juga membantu proses administrasi bagi mereka yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan,” jelasnya.
Istri Wakapolres Batu Kompol Danang Yudanto ini mengatakan, bahwa yayasan ini ada untuk masyarakat. Melalui layanan darurat gratis, seperti penggunaan ambulans, pemulasaraan jenazah, hingga pendampingan birokrasi kesehatan.
“Salah satu layanan utama Rumah Solusi adalah pemulasaraan jenazah tanpa biaya, termasuk penyediaan peti jenazah gratis. Selain itu, kami juga memiliki divisi khusus untuk menangani Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan orang terlantar,” jelasnya.
Ia mengatakan, tim relawan bertindak sebagai transporter yang mengantar masyarakat terkendala masalah medis ke fasilitas kesehatan, seperti korban kecelakaan, sakit menahun, hingga masyarakat yang membutuhkan pertolongan untuk evakuasi maupun pemakaman.
“Selain itu, banyak warga yang terjebak dalam proses administrasi yang rumit. Kami hadir untuk mengawal mereka agar bisa mendapatkan bantuan secepat mungkin,” tambah Premitha.
Untuk mempermudah akses masyarakat, Rumah Solusi juga membuka komunikasi melalui contact person (CP) di instagram resmi dari Rumah Solusi. “Kami menyampaikan bahwa intinya adalah kami ingin kebermanfaatan untuk masyarakat. Sehingga, pelatihan dengan RSUB ini juga untuk meningkatkan kualitas layanan relawan di masyarakat, agar meningkatkan harapan hidup masyarakat sehingga saat tiba di faskes masih ada peluang lebih besar untuk selamat,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Universitas Brawijaya (RSUB) Novita Dwi Harjayanti menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Meningkatkan kemampuan agar potensi masyarakat yang berlimpah ini, bisa dimaksimalkan untuk menghadapi berbagai tantangan kegawatdaruratan ke depannya.
“Kami memiliki keunggulan di bidang kegawatdaruratan dan ingin memastikan bahwa masyarakat juga memiliki pengetahuan dasar dalam menangani kondisi darurat. Sehingga para relawan ini bisa mendapatkan bekal untuk pertolongan pertama bisa meningkatkan harapan hidup masyarakat, karena hampir bisa dipastikan pasien tiba di RS membutuhkan waktu,” jelasnya. (rex/lim)