Sunday, August 31, 2025

MPLS Yayasan Pelita Hidayah Malang, Membentuk Budaya Belajar dan Adaptasi Siswa

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Yayasan Pelita Hidayah Malang, yang menaungi KB-TK Plus, SD Plus, SMP Plus, dan SMA Plus Al-Kautsar, menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama 16 hari hingga akhir Juli ini.

Kegiatan tersebut tidak hanya sekadar pengenalan lingkungan, tetapi juga dirancang untuk membentuk budaya belajar siswa di semua unit pendidikan sesuai karakteristik sekolah. 

Salah satu fokus utama MPLS tahun ini adalah Asesmen Diagnostik, yang bertujuan memetakan kemampuan awal siswa, termasuk kemampuan membaca Alquran, literasi digital dan lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Dhiah Saptorini, S.E., M.Pd, Kepala Badan Standarisasi Pengelolaan Pendidikan (BSPP) Yayasan Pelita Hidayah Malang. Ia menjelaskan bahwa MPLS kali ini dirancang agar siswa tidak hanya beradaptasi dengan lingkungan baru, tetapi juga membangun kebiasaan belajar yang efektif. 

Seperti halnya di tingkat SMA Plus, seluruh guru wajib mempromosikan mata pelajaran mereka kepada siswa. Tujuannya agar siswa memahami dan menyukai materi yang diajarkan. Setelah itu, siswa diminta mengisi formulir tentang topik atau konsep yang paling ingin mereka pelajari dari setiap mata pelajaran, seperti Fisika, Matematika, atau lainnya. 

“Hasil formulir tersebut akan menjadi acuan guru dalam menyusun materi pokok. Siswa akan mempelajari apa yang mereka minati, sehingga proses belajar lebih menarik dan relevan,” ujar Rini, Selasa, (15/7).

Rini juga menekankan, MPLS tidak boleh sekadar formalitas. Menurutnya, selain aspek akademik, MPLS juga memperkuat pembiasaan positif. Seperti kedisiplinan, akhlak mulia, dan penguatan karakter Islami. Dengan metode ini, Yayasan Pelita Hidayah berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan efektif bagi seluruh siswa di semua jenjang. 

Dengan MPLS selama 16 hari, diharapkan siswa mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan semakin memudahkan para pengajar sesuai dengan karakter sekolah.

“Daya adaptasi siswa butuh waktu, tidak bisa dipaksa. Dengan pendekatan ini, diharapkan ketika pembelajaran formal dimulai, siswa sudah lebih siap dan nyaman,” pungkasnya.(hud/lim).

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img