MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Dua titik rawan banjir di Kota Malang, yakni Jalan Bondowoso dan Jalan Letjen Sutoyo, diusulkan oleh Pemerintah Kota Malang untuk mendapat pendanaan dari World Bank melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). Tim dari World Bank bersama perwakilan pemerintah pusat telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Selasa (15/7) sore kemarin.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Julhardjanto, menyampaikan survei ini bertujuan memastikan kesesuaian antara dokumen usulan dan kondisi nyata di lapangan.
“Konsep penanganan, nanti yang di Jalan Bondowoso itu selain dilakukan peningkatan drainase, juga dilakukan pembangunan ‘long storage’ (penahan air, red). Lalu kalau drainase Jalan Letjen Sutoyo akan dilakukan pembangunan dan peningkatan drainase saja,” ungkap Dandung, kemarin. Menurutnya, pembangunan drainase di dua titik ini sangat krusial untuk mengatasi banjir yang selama ini terjadi di kawasan tersebut. Namun, karena membutuhkan anggaran besar, Pemkot Malang mengusulkan pembiayaan melalui program NUFReP.
“Anggaran untuk yang Jalan Bondowoso itu sekitar Rp 90-an miliar, yang Jalan Letjen Sutoyo itu sekitar Rp 60-an miliar. Jadi totalnya kurang lebih sekitar Rp 154 miliar,” bebernya.
Dandung menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi yang diminta. Targetnya, seluruh dokumen dapat rampung pada September 2025, agar proses kontrak konstruksi bisa segera dijalankan pada awal tahun mendatang. (ian/aim)