Sunday, August 31, 2025

MPLS Ramah Tahun Ajaran 2025/2026 SMPK Kolese Santo Yusup 2, Beri Wawasan Anti Bullying Bangun Lingkungan Sekolah Ramah

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Siswa-siswi baru SMPK Kolese Santo Yusup 2 Malang mendapat wawasan baru tentang anti bullying. Materi ini disampaikan oleh narasumber dari Komnas Perlindungan Anak Kota Malang. Digelar di Aula SMPK Kolese Santo Yusup 2, Rabu (16/7) kemarin, sebagai bagian dari materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2025/2026.

Salah satu pemateri, Ahmad Zahir Kukuh Wahyudi menerangkan, bullying merupakan serangkaian aksi negatif dan agresif, dengan tujuan mengganggu, dilakukan oleh satu atau sekelompok terhadap pihak yang lemah, selama kurun waktu tertentu bermuatan kekerasan, dan secara tersembunyi.

“Bullying membuat seseorang malas ke sekolah. Semangat belajar menurun dan berakibat pada turunnya nilai pelajaran. Selain itu juga membuat minder dan depresi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber juga menerangkan bahwa pelaku bullying dapat dikenakan hukum. Ada dasar hukum yang berkaitan dengan hal ini. Yakni Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak (UU 35/2014).

Menurut Zahir, sikap bullying bisa jadi tindak kriminal. Di antaranya berbuat kasar secara fisik, melakukan penghinaan berdasarkan ras, gender dan lain-lain. Serta merekam dan memfoto tanpa izin lalu disebarkan.

Dia mengimbau agar siswa SMPK Kolese Santo Yusup 2 menghindari perbuatan bullying atau perundungan.  Tidak ada alasan untuk membuli orang lain, karena tiada makhluk yang sempurna. “Jangan kita memiliki sifat tinggi hati. Jangan sombong. Karena itu sifat tercela. Ciptakanlah lingkungan yang saling melindungi dan menjaga,” terangnya.

AKTIF: Siswa baru peserta MPLS SMPK Kosayu 2 aktif mengikuti kegiatan seminar anti bullying

SMPK Kolese Santo Yusup 2 Malang menggelar MPLS dengan penuh makna. Sekolah di Jalan Simpang Borobudur ini mengangkat tema: Saleh Pribadiku, Remaja Indonesia Terpelajar. Para siswa mengikuti dengan penuh antusias. Mereka begitu aktif mengikuti setiap sesi materi.

Tidak sedikit yang memberikan komentar saat diminta oleh narasumber. Seperti yang disampaikan Evelyn saat menanggapi materi motivasi yang disampaikan pemateri. “Kita harus tetap bersyukur meskipun memiliki keterbatasan dalam hidup. Karena itu adalah anugerah Tuhan yang harus disikapi dengan penuh syukur,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Gerald. Dia menanggapi video yang ditayangkan oleh salah satu narasumber tentang anak yang memiliki keterbatasan fisik. “Jangan pernah sakit hati dan rendah diri dengan kekurangan kita. Tetap optimis dan yakin Tuhan sayang kita. Suatu saat kita akan sukses dengan potensi yang kita miliki,” kata dia.

Sementara itu, Kepala SMPK Kolese Santo Yusup 2  Theofilda Wulan Dwiningsih, S.Pd mengatakan, materi anti bullying penting diberikan kepada siswa baru. Karena mereka akan memasuki lingkungan yang berbeda dari sebelumnya. Dinamika belajarnya pun tidak sama dari saat mereka di SD.

“Mungkin selama ini mereka tidak sadar telah melakukan perbuatan bullying. Atau bahkan jadi korban. Maka setelah materi ini mereka akan mengerti bagaimana bersikap kalau menghadapi kondisi tersebut,” katanya.

Menurutnya, MPLS merupakan agenda pertama siswa baru sebelum memulai pembelajaran. “Harapan kami dengan agenda MPLS dapat membantu siswa baru untuk lebih mudah beradaptasi. Mereka akan masuk di lingkungan sekolah yang baru dengan program pembelajaran yang berbeda dengan SD,” ucapnya. (imm/sir/lim)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img