MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Sanggar Dongeng Kepompong Nusantara yang terletak di Kecamatan Turen mendapat dukungan Bupati Malang HM. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang ini telah bertemu dengan pengurus sanggar pada Rabu (16/7) lalu.
September mendatang akan digelar festival mendongeng dan kearifan lokal. Sejak enam bulan telah dilaksanakan road show mendongeng menyasar 23 taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD).
HM Sanusi mendukung Sanggar Dongeng Kepompong Nusantara untuk membumikan tradisi mendongeng yang mulai luntur. Mendongeng sebagai warisan budaya diharapkan bisa menjadi sarana pendidikan anak usia dini. Menanamkan nilai moral dan akhlak sejak anak-anak.
“Dongeng bisa digunakan menyampaikan pesan dan nilai luhur. Seperti tolong menolong, toleransi, kemanusiaan dan ketuhanan,” katanya saat bertemu pengurus Sanggar Dongeng Kepompong Nusantara di rumah dinas Bupati Malang, Jalan Gede Kota Malang pada Rabu (16/7) lalu.
Pada kesempatan itu, Sanggar Dongeng Nusantara memberikan boneka Bejo untuk HM Sanusi. Bupati dua periode ini turut mencoba memainkan boneka tangan yang diterimanya.
“Sanggar Dongeng Kepompong Nusantara agar menggali dongeng dari tradisi dan kearifan lokal. Seperti kisah Garudeya yang ada di relief Candi Kidal,” pesannya.
Menurut Sanusi mendongeng juga bisa meningkatkan daya imajinasi dan kreatifitas anak. Sekaligus memberi jeda anak dari aktivitas bermain gawai. Ia berharap mendongeng kembali digalakkan dan melibatkan para pendidik.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sanggar Dongeng Kepompong Nusantara Yudi Agus Priyanto menyampaikan, sejak enam bulan belakangan telah dilaksanakan road show mendongeng ke-23 TK dan SD.
“Total sekitar 2.000an anak penerima manfaat melalui program hibah Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan. September nanti akan digelar festival mendongeng dan kearifan lokal,” katanya.
Festival digelar memperingati Hari Aksara Internasional atau Hari Literasi Internasional. Yudi berharap Bupati Malang Sanusi membuka festival yang akan dimeriahkan beragam kesenian dan berkolaborasi dengan seniman di Kabupaten Malang.
“Selain itu, juga menjadi ajang relawan mendongeng dan pendongeng cilik tampil di depan khalayak,” tandas Yudi. (den/jon)