MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Siswa kelas XII MAN Kota Batu mengikuti Ujian Praktik Seni dan Budaya dengan mengangkat tema Budaya Nusantara pada, Jumat, (18/7) kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman madrasah ini dibuka secara simbolis oleh Kepala MAN Kota Batu Drs. H. Farhadi, M.Si dengan memukul gong. Terdapat 11 penampilan dari 10 kelas XII dan 1 kelas percepatan menampilkan musik angklung.
Kepala MAN Kota Batu Drs. H. Farhadi, M.Si., mendukung penuh kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini bagian dari upaya melestarikan budaya bangsa dan generasi muda harus mencintai warisan leluhur, khususnya bagi siswa MAN Kota Batu. “Para siswa ini sangat semangat menampilkan pertunjukan ini. Waktu libur dihabiskan untuk berlatih supaya bisa memberikan penampilan terbaiknya,” ujar Farhadi.
Farhadi berharap, kegiatan ini tidak hanya menilai kemampuan seni siswa, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Nusantara. Dengan penampilan yang apik dan kreatif, seluruh siswa kelas XII MAN Kota Batu membuktikan bahwa seni budaya bukan sekadar ujian, tetapi juga wujud pelestarian warisan bangsa.
“Kami berterima kasih kepada para guru yang memberikan pendampingan selama proses mempersiapkan kegiatan ini. Kami terus berikan kepada siswa layanan dan fasilitas kreatif seperti ini,” ujar Farhadi.
Sementara itu, Bambang Herwanto, S.Sn., M.Pd., selaku guru Seni Budaya, menjelaskan bahwa ujian praktik ini dilaksanakan di semester awal kelas 12 sesuai dengan kurikulum di MAN Kota Batu. “Tujuannya agar siswa bisa fokus pada akademik di semester berikutnya. Proses penggarapannya sudah dimulai sejak semester 4 lalu” ujarnya.

Sebanyak 11 kelas dengan masing-masing kelas sekitar 36 siswa terlibat dalam ujian praktik ini. Mereka menampilkan berbagai legenda Nusantara, seperti Calon Arang (Bali), Lembu Suro, Gunung Kelud, Ken Dedes, Ken Arok, Anoman, Rama-Sinta, Ande-Ande Lumut, dan Jaka Tarub.
Selain ujian praktik Seni dan Budaya, kegiatan ini dimulai dengan ujian praktik musik angklung yang dilakukan oleh kelas XI percepatan. Mereka mampu membawakan musik angklung dengan maksimal. Serta kirab tumpeng oleh kelas XII.
“Ada 20 judul yang kami persiapkan untuk dipilih para siswa. Mereka bebas memilih sesuai dengan minat dan motivasi mereka untuk menampilkan sekreatif mungkin. Penampilan musik angklung dan kirab tumpeng semakin meriahkan kegiatan ini,” imbuh Bambang.
Dalam pertunjukan ini, seluruh siswa menggabungkan seni drama, musik, dan tari. Siswa mempersiapkannya secara mandiri dengan bimbingan guru, tanpa melibatkan sanggar luar. Bagi siswa putri belajar tari secara otodidak melalui YouTube.
“Kami memiliki lab musik untuk latihan, dan semua proses dibimbing langsung oleh guru mapel. Alhamdulilah, seluruh siswa bisa belajar dengan cepat. Sehingga, kegiatan ini sangat luar biasa dan berjalan sukses,” pungkasnya. (hud/sir/lim)