Monday, September 1, 2025

Cek Kesehatan ASN, Hipertensi Masih Jadi Temuan Tertinggi

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) yang menyasar 7.724 aparatur sipil negara (ASN) di Kota Malang selama dua hari terakhir 6-7 Agustus 2025, kembali menemukan temuan mencemaskan. Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi masalah kesehatan terbanyak yang dialami para ASN.

Banyak ASN yang diketahui memiliki tekanan darah di atas normal, meski tampak tidak bergejala. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan, hipertensi dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung hingga stroke.

“Hasil hari ini (kemarin, red) belum terekap. Tapi hasil sementara, memang yang banyak adalah hipertensi. Pemeriksaan kesehatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah konkret membentuk budaya sadar risiko penyakit. ASN harus menjadi pionir pola hidup sehat di tengah masyarakat,” terang Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar kepada Malang Posco Media, Kamis (7/8) kemarin.

Menurutnya, CKG ini merupakan salah satu bentuk deteksi dini terhadap potensi penyakit-penyakit berat. Harapannya, ASN yang telah teridentifikasi memiliki masalah kesehatan bisa segera mendapatkan pengobatan atau dirujuk untuk penanganan lebih lanjut.

“Yang terpenting, pola hidup sehatnya yang harus ditingkatkan. Aktivitas fisik, pola makan, tidak merokok dan istirahat cukup,” tegasnya.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr. Husnul Muarif menambahkan, permasalahan kesehatan ASN tidak semata-mata disebabkan oleh beban kerja. Ada berbagai faktor lain yang turut memengaruhi, mulai dari gaya hidup, lingkungan rumah, hingga kondisi tempat kerja.

“Sebagai pencegahan risiko penyakit, kami sudah sosialisasikan kepada para ASN mengubah pola hidupnya dari yang kurang sehat menjadi lebih sehat,” ujar Husnul.

Pola hidup sehat yang dimaksud meliputi kebiasaan rutin berolahraga, konsumsi makanan bergizi, hingga pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai upaya deteksi dini.

Terlebih, menurut Husnul, di masa kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto ke depan, sistem pemantauan kesehatan warga negara akan dilakukan secara digital dan terintegrasi. “Jadi setelah melakukan skrining dan terekam di aplikasi Satu Sehat, misalnya bepergian ke Jakarta atau ke mana pun, bisa terlihat riwayatnya seperti apa, masukan untuk pengobatan kesehatannya bagaimana, dan seterusnya,” pungkasnya. (ian/aim)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img