Sunday, August 31, 2025

Kemarau Basah, BPBD Ingatkan Warga Tetap Waspada

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Meski telah memasuki puncak musim kemarau pada Agustus ini, sejumlah wilayah di Kota Malang masih kerap diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Fenomena ini dikenal sebagai kemarau basah — kondisi kemarau yang tetap disertai curah hujan di atas normal.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menyebut bahwa meskipun musim kemarau berlangsung, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir lokal dan angin kencang tetap mengintai. Karena itu, pihaknya tetap bersiaga penuh dan menjalankan berbagai langkah mitigasi.

“Meski kemarau, potensi bencana seperti banjir lokal dan angin kencang sesaat masih bisa terjadi. Kami tetap waspada dan menyiapkan langkah antisipasi,” ujar Prayitno, kemarin.

Upaya yang dilakukan BPBD di antaranya meliputi pembaruan data wilayah rawan bencana, pengecekan perangkat early warning system, serta keterlibatan aktif dalam Gelar Peralatan dan Personel bersama BPBD Provinsi Jawa Timur. Selain itu, edukasi kebencanaan juga digencarkan melalui simulasi dan sosialisasi di sekolah-sekolah, perkantoran, serta kawasan rawan bencana.

“Upaya ini penting agar masyarakat paham apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Langkah-langkah mitigasi bisa diterapkan masyarakat, serta tidak mudah muncul kepanikan berlebihan,” lanjutnya.

Menurut Prayitno, fenomena kemarau basah kali ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer global dan lokal, sebagaimana dijelaskan oleh BMKG. Salah satunya adalah pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO), yang menyebabkan perlambatan dan akselerasi angin di wilayah Jawa bagian barat dan selatan. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh labilitas atmosfer, konvergensi angin, dan melemahnya Monsun Australia, yang membuat suhu muka laut di selatan Indonesia tetap hangat dan memicu hujan di musim kemarau.

“Warga kami imbau untuk tetap tenang namun waspada. Perubahan cuaca yang ekstrem ini bisa berdampak pada kesehatan. Selalu berhati-hati, dan tidak memaksakan diri apabila sedang terjadi perubahan cuaca ekstrem,” imbaunya.

Ia juga menyarankan warga untuk menjaga kondisi tubuh dengan menyesuaikan pakaian dan perlindungan diri terhadap cuaca. “Jangan lupa minum cukup air untuk mencegah dehidrasi, dan kurangi aktivitas luar ruangan bila tidak diperlukan,” pungkas Prayitno. (rex/aim)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img