Friday, August 29, 2025

Hati-Hati Investasi Bodong

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Sesulit dan seberat apapun kondisi ekonomi saat ini, jangan pernah terpikir, apalagi sampai gelap mata melakukan tindak kejahatan. Apapun bentuk dan modusnya. Karena kejahatan bukan solusi bertahan hidup, tapi justru menghancurkan diri sendiri, keluarga, bisnis dan kehidupan manusia.

Sudah banyak contohnya. Demi mengeruk keuntungan fantastis, banyak orang dengan modus berkedok arisan atau investasi, tapi ternyata penipuan. Para korban yang tergiur keuntungan besar, baru sadar kalau ternyata menjadi korban penipuan arisan atau investasi bodong.

Kasus arisan bodong dengan jumlah korban mencapai 350 orang belum reda. Para korban yang berasal dari Wajak, Turen, Gondanglegi dan luar Jawa, hingga kini terus menagih ke pelaku. Kasusnya sudah dilaporkan ke Polres Malang. Namun belum ada jaminan uang yang sudah mereka setorkan slot arisan dengan keuntungan berlipat, akan kembali. Padahal total kerugiannya bisa mencapai Rp 7 Miliar.

Kini justru muncul korban penipuan dengan modus investasi bodong yang diduga dilakukan oknum pemuda Kecamatan Singosari. Investasi yang ditawarkan membuka gerai bakso dengan keuntungan yang fantastis. Para korbannya pun tergiur. Namun karena tak ada progres, mereka baru menyadari kalau investasi yang ditawarkan adalah bodong. Mereka pun melaporkan ke polisi. 

Jumlah korbannya pun banyak, lebih dari 30 orang dan masih bisa bertambah. Diperkirakan total kerugian lebih dari Rp 800 juta. Kasus ini pun sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota dan Polres Malang. Polisi pun masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan para saksi.

Era semakin canggih. Media sosial memang punya dampak positif. Namun sisi buruknya, media sosial juga punya potensi besar disalahgunakan oleh oknum. Lewat beragam platform media sosial, oknum yang berniat jahat justru melemparkan umpan. Dengan janji keuntungan besar, banyak korban terjerat dengan kehilangan uang jutaan, puluhan hingga ratusan juta.   Siapa pun ingin untung besar. Namun di era serba disrupsi saat ini, lebih baik menggunakan nalar sehat daripada tergiur godaan meraup keuntungan besar. Lebih baik bijak dan hemat mengatur keuangan. Daripada ujung-ujungnya buntung, lebih baik tetap untung karena cermat menyimpan uang.(*)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img