Friday, August 29, 2025

Perumdam Among Tirto Fokus Pelayanan Air di Zona Merah

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU– Empat program prioritas pada akhir tahun 2025 jadi PR Perumdam Among Tirto Kota Batu untuk diselesaikan. Tujuannya agar pelayanan dan distribusi air bersih yang merata bisa dirasakan oleh pelanggaran Perumdam Among Tirto Kota Batu.

Direktur Perumdam Among Tirto, Achmad Yusuf mengatakan bahwa empat program tersebut dirancang untuk menjawab keluhan pelanggan. Khususnya di wilayah zona merah yang kerap kekurangan pasokan air. “Perlu diketahui bahwa selama ini untuk distribusi air di Kota Batu masih sangat bergantung pada gravitasi. Akibatnya, wilayah selatan yang berada di elevasi tinggi sering kali kesulitan. Untuk itu kami disiapkan empat program agar distribusi air bisa merata ke pelanggan,” ujar Yusuf kepada Malang Posco Media, Kamis (28/8) kemarin.

Empat program tersebut meliputi pengoptimalan jaringan pipa dan merevitalisasi sistem distribusi. Perumdam akan menambahkan pompa booster untuk mendorong air dari daerah utara yang berlebih menuju wilayah selatan yang kekurangan. “Inovasi itu penting dilakukan. Pasalnya, pipa jaringan yang kita kelola masih banyak yang merupakan peninggalan Kabupaten Malang atau Belanda. Jadi perlu modernisasi serta inovasi agar layanan lebih maksimal,” bebernya.

Program kedua adalah penataan ulang golongan pelanggan. Jika selama ini hanya ada 4 golongan, ke depan akan ditambah golongan 5, 6, dan golongan 7. Penyesuaian itu berlaku bagi rumah tinggal yang berubah menjadi vila atau rumah kecil yang kini berkembang menjadi lebih besar.

“Inti program kedua ini adalah tarif dasar air tidak naik. Hanya tarif progresif yang dikenakan jika pemakaian melebihi ambang batas. Untuk rumah tangga dengan pemakaian normal, tetap aman. Bahkan, pelanggan kurang mampu bisa digratiskan melalui subsidi silang,” katanya.

Selanjutnya, Perumdam menargetkan penambahan pasokan air baku dengan memanfaatkan lahan dan sumber baru. Fokusnya adalah wilayah Kecamatan Junrejo dan sekitarnya yang selama ini kerap kekurangan debit air.

“Saat ini progresnya finalisasi pemanfaatan lahan. Ke depan, sumber ini akan menopang kebutuhan pelanggan di zona merah yang kurang pasokan air bersih karena minimnya debit air,” imbuh Gendon sapaan akrabnya.

Kemudian, program terakhir adalah memastikan seluruh sumber air yang dikelola memiliki legalitas lengkap sesuai regulasi. Kini, izin lingkungan untuk sumber Banyuning, Ngesong, dan Gemulo sudah dikantongi.

Selain itu, perusahaan plat merah tersebut masih melakukan negosiasi kerja sama dengan Perhutani untuk pemanfaatan sumber Darmi, Torongbelok dan Kasiman. Serta ada 6 sumber lainnya tengah dalam proses pengurusan Surat Izin Pengusahaan Air (SIPA) melalui konsultan. “Seperti pengendara motor yang wajib punya SIM, begitu juga perusahaan air minum. Legalitas adalah fondasi agar pengelolaan berjalan aman dan tidak berimplikasi hukum,” terangnya.

Melalui empat program ini, Perumdam Among Tirto optimistis layanan air bersih Kota Batu akan semakin merata pada pertengahan 2025. Gendon berharap dukungan masyarakat dan pemerintah daerah bisa mempercepat realisasi program.

“Air adalah kebutuhan dasar. Kami ingin semua pelanggan, baik di utara maupun selatan, bisa mendapatkan pelayanan yang sama dan mensukseskan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu,” pungkasnya. (eri/udi)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img