MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Kaum muda perlu dilibatkan lebih luas dalam membantu kerja pemerintah daerah. Pandangan ini disampaikan Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Dedi Prasetyo, yang meyakini generasi muda memiliki peran vital sebagai agen perubahan.
“Kami di BI selalu menganggap kaum muda, Gen Z, sebagai agen perubahan. Mereka harus diajak dan dirangkul dengan segala bakat dan minat mereka untuk bisa ikut berkontribusi dalam program-program pemerintah,” jelas Dedi.
Menurutnya, generasi muda memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi dan kreativitas, sehingga bisa menjadi motor penggerak dalam berbagai program berbasis digital.
Di BI Malang sendiri, hal ini diwujudkan melalui program QRIS Jelajah Budaya Indonesia (QJI) 2025 yang melibatkan puluhan anak muda kreatif. Mereka membentuk tim khusus untuk menyebarkan edukasi pembayaran digital ke lingkungan sekitarnya.
“Jadi saya sendiri menganggap mereka ini yang menjadi kunci sebuah program apalagi berkaitan dengan teknologi digital bisa berhasil,” pungkas Dedi.
Tak hanya sebaya, anak-anak muda ini juga diminta menularkan edukasi digital ke kalangan yang lebih senior. Mulai dari orang tua, kerabat hingga kakek-nenek, sehingga literasi pembayaran digital dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (ica/aim)