Saturday, August 30, 2025

Banyak Laka Jalur ke Wisata Bromo, Gelar Evaluasi dan Solusi

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Banyaknya insiden laka lantas di kawasan jalur menuju Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS), Polres Malang bersama Pemkab Malang menggelar Jumat Curhar bersama paguyuban pemilik dan pengemudi jeep wisata Bromo du Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (29/8) pagi. Pertemuan ini membahas evaluasi serta solusi untuk menjawab insiden yang bahkan sudah terjadi sejak bertahun-tahun lamanya.

Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno menegaskan pihaknya mendorong adanya perlindungan menyeluruh bagi wisatawan, pengemudi, maupun pemilik kendaraan. Penekanan yang dilakukan yakni meningkatkan keamanan jalur, kendaraan dan pengemudi saat naik dan turun.

“Kami bersama mencari solusi agar setiap penumpang yang naik jeep memiliki jaminan perlindungan. Mulai dari asuransi, ramp check kendaraan, sampai peningkatan kenyamanan perjalanan,” ujarnya.

Dalam forum ini, para pemilik jeep yang tergabung dalam paguyuban menyampaikan aspirasi terkait kewajiban asuransi. Ia juga memastikan setiap pengemudi jeep yang tergabung di paguyuban telah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Jadi yang kami dorong agar usulan dan evaluasi ini segera ditindaklanjuti. Secepatnya bisa dilaksanakan akan semakin baik, dan kami siap mengawal sesuai dengan kapasitas dan kewenangan kami,” lanjut Danang.

Kapolres Danang juga menegaskan, tata kelola jeep wisata Bromo ini diharapkan menjadi percontohan nasional.

“Kita ingin ke depan, wisatawan yang naik jeep dari Malang ke Bromo benar-benar merasa aman, nyaman dan terlindungi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kabupaten Malang Purwoto menjelaskan bahwa proses pengurusan asuransi masih menemui kendala teknis. Dirinya juga turut melakukan evaluasi, agar setiap kendaraan yang digunakan wisatawan ini aman dari segala aspek.

“Syaratnya cukup banyak, mulai dari ramcek kendaraan hingga kelengkapan administrasi. Karena itu, kami koordinasi dengan Jasa Raharja agar ada solusi yang lebih fleksibel,” paparnya.

Salah satu langkah yang tengah dibahas adalah penandaan kendaraan dengan stiker khusus. Nantinya hanya jeep yang lolos ramcek, memiliki SIM pengemudi sah, dan sudah diasuransikan yang boleh masuk kawasan TNBTS.

“Dengan begitu, wisatawan bisa tenang. Mereka tidak lagi was-was naik jeep yang kondisinya tidak layak,” tambah Purwoto.

Selain soal keamanan kendaraan, rencana pembangunan rest area di pintu masuk Ringinanom juga turut dibahas. Proyek dari Kementerian PUPR ini nantinya akan dikelola oleh BUMDes setempat dan diharapkan menjadi pusat transit jeep wisata.

“Rest area ini akan menunjang kenyamanan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi warga,” jelas Purwoto. (rex/jon)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img