spot_img
Thursday, July 25, 2024
spot_img

Agustusan Selamanya

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Peringatan Hari Kemerdekaan ke 78 yang digelar serentak kemarin berlangsung khidmat. Saat Upacara detik-detik Proklamasi dibacakan dan disusul dinyanyikannya lagu Indonesia Raya, masyarakat pun berdiri dan bersikap hormat.

Tak hanya yang melakukan upacara, di kantor, di jalan raya, bahkan yang naik kereta dan di stasiun juga diajak berdiri dan bersikap hormat kepada sang saka Merah Putih. Ini semua dilakukan untuk makin menumbuhkan semangat nasionalisme kepada bangsa dan negara Indonesia.

- Advertisement -

Beragam upacara pun digelar dengan kreativitas masing-masing. Para petani melakukan upacara di tengah sawah dan masyarakat mengibarkan bendera raksasa dan panjang. Sementara teman disabilitas juga tak ketinggalan menggelar upacara bendera, tepat 17 Agustus kemarin.

Tak hanya upacara, pengibaran bendera raksasa, tapi beragam lomba juga digelar di hampir setiap kampung. Baik pagi, siang hingga malam hari. Lomba lomba itu digelar dengan kreasi lomba yang unik, seru dan menarik. Hadiahnya juga unik-unik dan lucu-lucu.

Semua dikemas sekreatif mungkin. Yang pasti unsur edukasinya ada: meneladani semangat Pahlawan. Peserta lomba harus berjuang keras, tidak boleh curang, pantang menyerah. Dan yang pasti adalah harus bersatu dan kompak.

Mengapa gairah Agustusan pasca pandemi ini rasanya lebih bergairah dan semarak? Jawabannya satu: karena semua merasa memiliki Indonesia. Semua merasa kemerdekaan Indonesia diperjuangkan dengan susah payah. Karena itu, menyemarakkan HUT ke 78 Kemerdekaan RI juga harus diwujudkan dengan senang hati.

Bukan soal lombanya apa, bukan soal hadiahnya apa. Tapi yang dibutuhkan adalah bersatunya masyarakat di seluruh lapisan. Mulai dari RT, RW, Dusun, Desa/ Kelurahan, Kecamatan hingga Kabupaten/ kota. Semua harus meluangkan waktu untuk bersama-sama merayakan Kemerdekaan RI.

Semua harus bahu membahu, bekerja bersama-sama menyukseskan segala program Agustusan. Jabatan, status dan apapun yang melekat, sementara ditanggalkan. Semua lebur menjadi Warga Negara Indonesia. Semua harus menyatu menjadi pejuang-pejuang Agustusan. Ini penting untuk memberikan edukasi dan pengalaman berharga bagi anak-anak dan generasi masa kini.

Tak cukup hanya lomba, karnaval pun digelar selama bulan Agustus. Bahkan jadwal sudah tersusun dengan rapi di Malang Raya. Tak ada hari yang tanpa karnaval. Ini menunjukkan betapa gairah masyarakat benar-benar luar biasa. Kegembiraan dan antusiasme masyarakat ini adalah wujud Cinta Tanah Air Indonesia.

Cinta, persatuan dan guyub rukun saat Agustusan inilah modal besar bagi Indonesia Maju di masa depan. Tahun depan adalah tahun politik. Dan bulan-bulan ke depan dipastikan makin seru perbingcangan dan manuver politik di negeri ini. Karena itu, momen Agustusan ini harus menjadi titik tolak yang baik. Harus menjadi pondasi yang kuat bagi persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

Jangan sampai persoalan politik membuat kita kembali terpecah. Jangan sampai gara-gara politik, kita mau diadu domba dan bertikai. Peristiwa politik harus dihargai sebagai proses demokrasi tanpa harus mencederai satu sama lain. Politik harusnya merekatkan bukan menceraiberaikan. Karena demokrasi sejatinya ‘Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat.’  

Kemerdekaan tak menuntut hadiah apa-apa. Kemerdekaan yang sudah diperjuangan para Pahlawan hanya butuh masyarakat bersatu padu dan guyub. Berjuang, tetap berjuang dan terus berjuang untuk Indonesia Lebih Maju. Mari Agustusan selamanya.(*)       

- Advertisement - Pengumuman
- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img