spot_img
spot_img

Usulkan Kelola Air Sungai Bango

Banyak Sumur Bor Ancam Krisis Air Tanah

MALANG POSCO MEDIA- MALANG- Berbagai skema pencarian sumber air baru bagi Kota Malang dilakukan oleh Perumd Tugu Tirta Kota Malang. Salah satunya dengan mengembangkan lebih banyak sumur bor untuk mencari air baku. Hal ini dipandang bisa dilakukan jika darurat. Akan tetapi tidak baik jika dilakukan terus menerus.

Ketua Persatuan Insiyur Indonesia Wilayah Jatim Prof M Bisri menyampaiakan bahwa jika Perumda Tugu Tirta kini memperbanyak sumur bor dengan alasan kedaruratan tidak menjadi masalah.

“Akan tetapi jangan terus-terusan. Karena bor ini akan mengambil ground water, di dalam tanah. Air dari dalam tanah itu re charge (kembali tersedia) nya susah karena ada prosesnya. Kalau banyak-banyak cepat habis,” tegas Bisri.

Ia mengungkapkan jika banyak sumur bor yang dibuat tidak sebanding dengan air yang kembali masuk maka krisis air dalam tanah bisa terjadi. Kecuali, lanjut Mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang ini, ada pembuatan sumur injeksi yang memasukan kembali air ke dalam tanah.

Berita Lainnya:  Perbaikan Gorong-gorong Langganan Banjir Dikebut

Bisa saja dibuat sumur bor untuk mendapatkan air dari dalam tanah akan tetapi juga harus diseimbangkan dengan injeksi air yang dimasukkan kembali ke dalam tanah.

“Misalnya Perumda Tugu Tirta juga bangun sumur injeknsi, yang inject air ke dalam tanah tidak apa-apa. Tapi memang harus sama banyaknya dengan sumur bor yang dibuat. Jadi mengambil dan memasukannya bisa seimbang,” tegas”Bisri.

Meski begitu Bisri tidak menganjurkan pembuatan sumur bor diperbanyak di Kota Malang. Skema terbaik adalah pemanfaat air permukaan. Sungai dengan kandidat terbaik yang bisa dikelola Pemkot Malang adalah aliran air permukaan dari Sungai Bango.

Menurut Bisri, air permukaan Sungai Bango masih terbilang cukup jernih dibandingkan sungai lainnya seperti Brantas dan Kalimetro.

Berita Lainnya:  KH. Marzuki: Selamatkan Masyarakat Awam

“Saya pikir ini bagus untuk jangka panjang. Kita sudah pahami tidak akan bisa terus bergantung ke sumber air di kabupaten. Air permukaan bisa jadi alternative terbaik. Bisa, sekali dengan teknologi canggih saat ini air permukaan bisa dijadikan sumber air baku,” tegas Bisri.

Guru Besar Teknik Pengairan ini menjelaskan bahwa Pemkot Malang melalui Perumda Tugu Tirta sudah harus memulainya dalam waktu dekat. Bisa dilakukan di tahap awal dengan hanya mengambil sekitar 1.000 meter kubik air sebagai percobaan awal.

Nanti sejalan waktu bisa dikembangka lagi di titik-titik sungai lainnya. Hal ini dianggapnya alternatif terbaik yang bisa mulai dilakukan.

“Mungkin masih tetap ambil dari kabupaten, tapi dijalani juga yang air permukaan ini. Nanti lama-lama bisa berkurang ketergantungannya,” pungkasnya. (ica/aim)



BERITA LAINNYA