spot_img
Tuesday, December 5, 2023
spot_img
- Advertisement -spot_img

Bappeda Bimtek Ratusan Tenaga Pendataan Kesos

Berita Lainnya

Berita Terbaru

 

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang terus berupaya mengatasi permasalahan kemiskinan. Ratusan tenaga kesejahteraan sosial (Kesos) yang telah direkrut Bappeda beberapa waktu lalu, mendapatkan Bimtek untuk pendataan masyarakat miskin di Ascent Premiere Hotel and Convention Kota Malang, Senin (31/11) kemarin.

Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu menjelaskan Bimtek itu digelar agar para tenaga pendataan kesejahteraan sosial itu bisa melakukan pendataan dengan hasil yang terbaik

- Advertisement -

“Ini bimtek untuk koordinator dan pencacah tenaga kesejahteraan sosial. Kenapa kita lakukan ini? karena kita ingin punya data kemiskinan dan masyarakat miskin Kota Malang itu yang paling update,” terang Dwi kepada Malang Posco Media.

Menurutnya, pendataan ini juga penting dilakukan seiring adanya selisih data antara Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Sehingga memang apabila benar masyarakat dinyatakan miskin, maka selanjutnya berhak mendapatkan bantuan sosial maupun program dari Pemkot Malang. Tentunya data ini tidak akan terlepas dari data DTKS karena ini nantinya juga bisa untuk memvalidasi DTKS.

BUKA: Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu berikan sambutan dan arahan sekaligus membuka Bimtek Tenaga Pendataan Kesejahteraan Sosial.(MPM- M. Farabi Wardana)

“Ini bertahap begitu ya. Ini pilot project di tahun ini yang kemiskinannya banyak di Kecamatan Sukun dan Kedungkandang, maka dua kecamatan ini yang kita ambil (untuk Bimtek). Kalau ini katakanlah sudah berhasil begitu, maka insya Allah di 2023 kita ambil tiga kecamatan yang lain,” ungkap Dwi.

Secara rinci, ada 18 koordinator dan 126 pencacah. Sehingga total ada sebanyak 144 orang yang hadir menjadi peserta bimtek. Mereka diberikan materi dan bimbingan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang.

“BPS lebih ke survey bagaimana, kemudian kalau Kominfo nanti lebih ke pemnfaatan data dan satu data di Kota Malang nanti bagaimana,” sebutnya.

Pelaksanaan bimtek itu sendiri berlangsung selama dua hari dan pada hari ketiga, mereka bakal langsung turun ke masyarakat. “Besok mereka sekalian tanda tangan kontrak, tanggal dua-nya mereka langsung turun ke lapangan. Supaya Pemkot Malang itu punya data kemiskinan yang valid, by name, by addres, by NIK,” tegasnya.

Dwi mengatakan, ratusan tenaga pendataan kesejahteraan sosial itu tentu memikul tantangan yang begitu berat. Pasalnya selama ini mereka belum pernah turun ke lapangan dan tugas yang diemban sangat penting.

“Nanti saya minta ada motivator juga sebenarnya. Tapi saya juga sudah sampaikan mereka bekerjanya harus dengan hati supaya kita itu betul-betul punya data yang valid. Bagaimana sih caranya masyarakat mau isi kuesioner ini dengan benar, kalau tidak benar kan tidak valid lagi, percuma. Nanti juga harus memfoto minimal ada tiga foto yang diambil di rumah itu. Tampak depan, sampingnya dan belakangnya bagaimana,” tandasnya. (ian/aim)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img
Pasang Iklan/Order Liputan