spot_img
spot_img

Belajar Keseimbangan Hidup dari Lato-Lato

Hidup di dunia pasti selalu ada hal yang membuat kita bahagia dan ada hal yang membuat kita sedih. Perputaran bumi pada porosnya menghasilkan siang dan malam, dan dalam berputarnya bumi mengelilingi matahari juga pasti ada hikmahnya. Semua itu mengisyaratkan agar manusia hidup secara seimbang, sebagaimana Allah SWT telah menjadikan alam beserta isinya berada dalam sebuah keseimbangan (QS. Al-Mulk: 3).

Sakitnya presenter Indra Bekti dapat menjadi pelajaran bagi semua orang tentang betapa pentingnya menjalani hidup yang seimbang. Presenter kondang itu pingsan di toilet lokasi siarannya pada Rabu (28/12/2022) lalu. Belakangan diketahui penyebabnya ialah pendarahan otak karena akumulasi kelelahan. Pada usia muda, wajar jika seseorang perlu bekerja keras. Namun demikian, sibuk bekerja tidak harus mengorbankan hak tubuh untuk beristirahat.

Mengorbankan kesehatan demi pekerjaan jelas bukan cara yang bijak untuk mencapai kemapanan finansial semata. Tatkala jatuh sakit, produktivitas seseorang akan terimbas dan tabungannya menjadi terkuras. Menjaga pola makan, memastikan tubuh cukup istirahat, memelihara kesehatan mental serta memperkuat hubungan dengan Allah maupun sesama, termasuk di antara cara menjaga keseimbangan hidup.

Pelajaran keseimbangan hidup juga dapat terlihat dalam permainan lato-lato. Permainan yang populer pada era 1980-190-an dan kembali viral di era digital, ini membutuhkan keseimbangan. Dengan posisi yang seimbang akan tercipta harmoni suara yang solid. Hidup pun begitu. Keseimbangan menjadi kunci untuk menjalani ritme kehidupan. Jika hidup seseorang secara duniawi dan ukhrawinya berat sebelah, maka yang terjadi adalah kesemrawutan. Persis seperti lato-lato yang gagal melahirkan irama.

Betapa banyak orang yang belum bisa menjaga keimbangan di dalam di luar dunia kerja. Dengan dalih bekerja keras, mereka mengharuskan dirinya untuk bekerja sampai di luar batas kemampuan. Mereka memforsir diri untuk bekerja secara berlebihan hingga melupakan waktu istirahat. Jika terus seperti ini, pasti akan berakibat buruk bagi diri sendiri. Memforsir diri untuk terus bekerja di luar batas dapat mengganggu kesehatan fisik maupun mental.

Berita Lainnya:  Kemitraan OrangTua dan Guru

Kenyataannya, banyak pula orang yang hidupnya hanya untuk mengejar-ngejar materi duniawi yang dianggapnya sebagai surga dunia. Pergi pagi pulang malam, gedebak-gedebuk membanting tulang, badannya tidak mengenal jeda, lupa anak dan istri, bahkan sering lupa makan, demi secuil surga dunia yang belum tentu membahagiakan hidupnya.

Kehidupan yang baik adalah kehidupan yang berjalan secara seimbang. Bagaimanapun, keseimbangan hidup turut mempengaruhi kebahagiaan. Jika hidup dijalani secara tertata dan seimbang, niscaya melahirkan kebahagiaan. Kendati faktanya, masih banyak orang yang belum memahami pentingnya menerapkan keseimbangan hidup.

Belajar keseimbangan hidup dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Misalnya, membatasi diri untuk tidak selalu kerja lembur. Salah satu penyebab keseimbangan hidup tak terjaga dalam aspek pekerjaan adalah karena ambisi berlebihan menjadi pribadi yang perfeksionis. Menjadi seorang yang perfeksionis bukanlah hal buruk sebab berusaha memberikan yang terbaik, namun bukan berarti harus mengorbankan aspek kesehatan. Intinya, bagaimana seseorang menjadi pribadi yang lebih berdamai dengan diri sendiri.

Selain memberi pelajaran tentang pentingnya keseimbangan, permainan lato-lato juga melatih untuk fokus. Lato-lato akan sulit digerakkan jika tangan dan pikiran tidak sejalan. Dalam keseharian sering kita tidak fokus melakukan aktivitas. Raga sedang makan, tetapi yang dilihat adalah handphone atau yang dipikirkan soal pekerjaan. Padahal dengan fokus kita akan menikmati setiap momen yang dilalui dan menjadikan hidup lebih indah.

Memainkan lato-lato memang tidak semudah yang kita bayangkan. Bagi yang gampang frustasi, permainan lato-lato dapat melatih kesabarannya. Seseorang dituntut untuk berkonsentrasi dan memainkannya dengan perasaan yang tenang. Hidup pun demikian. Demi meraih hidup bahagia dibutuhkan kesabaran dan ketenangan.

Berita Lainnya:  Kemitraan OrangTua dan Guru

Selama tidak mudah menyerah untuk terus belajar, mencoba, dan juga berusaha, maka kebahagiaan hidup bukanlah hal yang mustahil untuk didapat. Sebagaimana dalam permainan lato-lato, hidup ini memerlukan semangat agar tidak malu belajar dari orang lain. Semangat belajar dari siapa pun dapat meningkatkan kemampuan untuk meraih sebuah kebahagiaan.

Terlepas dari pelajaran positif dalam permainan lato-lato, masyarakat khususnya para orang tua tetap harus mewaspadai anak-anaknya agar berhati-hati saat memainkan lato-lato. Lato-lato bisa membuat cedera dan melukai seluru badan dari tangan, kaki, dan sekitaran kepala. Karena itu, anak-anak yang belum punya kemampuan kontrol yang seimbang, tidak disarankan bermain lato-lato. Seseorang yang kurang bisa mengontrol hidupnya secara seimbang hanya akan menuai petaka.

Tuhan sendiri telah membekali manusia dengan tiga potensi agar bisa mengontrol hidupnya secara seimbang, yaitu al-jasad (jasmani), al-aql (akal), dan ar-ruh (ruhani). Ketiga dimensi tersebut senyatanya berada dalam keadaan seimbang (tawazun). Keseimbangan dalam segala hal akan melahirkan keindahan yang ditandai dengan adanya ketenteraman lahir dan batin.

Balance is beautiful, begitu yang sering dikatakan orang. Hidup seimbang berarti menjaga keseimbangan hidup secara internal maupun eksternal. Keseimbangan internal diwujudkan dengan memenuhi hak pada diri sendiri, sementara keseimbangan eksternal adalah keseimbangan dalam memenuhi hak sesama. Semua hak itu perlu dipenuhi jika ingin dikatakan hidup yang seimbang sebagaimana pula lato-lato yang harus digerakkan secara seimbang hingga menghasilkan keindahan suara.

BERITA LAINNYA