spot_img
Tuesday, May 21, 2024
spot_img

Bencana Alam di Sumbar, Korban Tewas Bertambah Menjadi 41 Orang

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Malang Posco Media – Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) sampai hari Senin ini bertambah. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menjelaskan, pihak BPBD ke BNPB melaporkan sudah 41 orang meninggal dunia saat penutupan data per tadi malam (Minggu, 12/5). Serta jumlah data korban hilang yang masih dalam pencarian di Basarnas serta TNI-POLRI yang memberikan data ada 283.

‘’Untuk itu, kami sesuaikan ulang data jasad ditemukan baik yang teridentifikasi maupun belum,” ujarnya. Ditambahkan,  jumlah  tersebut bertambah dari  sebelumnya bahwa  korban meninggal 37 orang sesuai laporan dari masyarakat ke BPBD.

Lebih lanjut, Abdul Muhari menambahkan Pimpinan BNPB menilai pembentukan posko utama yang didirikan pada hari Senin ini, sesuai hasil rapat koordinasi dipimpin Kepala BNPB di Padang.Menurut dia, posko utama tersebut menjadi pusat koordinasi antarpimpinan tim gabungan baik tingkat pusat maupun dari pemerintah kabupaten/kota dan provinsi selama masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor yang sedang melanda Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman dan sekitarnya.

Dicontohkan misalnya saat ini yang butuh untuk dimaksimalkan terkait koordinasi proses evakuasi korban jiwa, pencarian korban yang hilang, pendataan jumlah warga terdampak, dan jumlah dampak kerusakan pada fasilitas publik pertanian dan perkebunan.

Pihaknya menilai kondisi seperti itu bisa terjadi di 1-2 hari pertama karena data yang masuk belum terskrining utuh sehingga data di satu kabupaten kadang juga tercatat juga di kabupaten lainnya. Maka dari itu, menurut Abdul, keberadaan posko utama penting untuk disegerakan supaya semua kebutuhan sekaligus hambatan yang dihadapi tim gabungan di setiap lokasi bencana bisa segera diselesaikan.

Termasuk pula untuk percepatan pendistribusian bantuan logistik, hingga fase rehabilitasi bangunan rusak terdampak bencana di setiap kabupaten kota yang sejatinya membutuhkan data rinci untuk direalisasikan secara tepat dan cepat. “Prinsipnya dalam keadaan darurat seperti ini keselamatan warga korban adalah yang diprioritaskan untuk disegerakan,” ujarnya. (ntr/nug)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img