spot_img
Friday, June 14, 2024
spot_img

Warga Mandi di Kantor PDAM dan Sungai

Bocor Lagi!  Bocor Lagi!

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA-Perumda Tugu Tirta Kota Malang alias PDAM  harus serius menangani pipa jaringan air pelanggan. Pasalnya pipa  air di Desa Kidal Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang kembali pecah. Ribuan pelanggan  terdampak.

Setidaknya air tak mengalir dan dan tak lancar di 72 kawasan pemukiman di Kota Malang. Ini terjadi sejak tiga hari lalu, hingga Rabu (24/5) kemarin. 

Pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang di Buring yang paling merasakan dampaknya. Air tak mengalir sejak tiga hari lalu. 

Warga Perumahan Alam Buring Inside 2, Akhwan Affandi mengaku sampai mengajak anak-anaknya yang mash balita mandi di sungai dekat rumah.

“Dari tanggal 22 (22 Mei) kemarin katanya pipa sudah bocor. Air mati sejak siang. Saya pikir karena sudah biasa mati paling malamnya sudah ngalir lagi. Tapi ini sampai tiga hari,” ungkap Aphan, sapaan akrabnya kepada Malang Posco Media kemarin.

Dalam satu dua, hingga tiga hari rumahnya tidak teraliri air bersih sama sekali, Aphan mandi di sungai hingga di rumah-rumah tetangga. Hingga ia tidak tahan dan memutuskan mengambil tindakan cukup berani kemarin.

Yakni mendatangi Kantor Perumda Tugu Tirta. Ia hendak menumpang mandi. Aphan membawa dua anaknya yang masih balita mendatangi kantor Perumda Tugu Tirta.

“Iya saya ndak tahan sampai saya datangi kantornya. Saya mau nunut mandi. Tapi tadi dihalangi sama satpam. Akhirnya saya ditemui direksi. Saya sampaikan  keluhan-keluhan saya,” tegas Aphan yang mendatangi kantor Perumda Tugu Tirta pukul 10.00 WIB pagi kemarin.

Beruntung  sesaat setelah mendatangi kantor Perumda Tugu Tirta dan kembali pulang ke rumahnya, air di rumahnya sudah mengalir.

Tidak hanya Aphan, warga  di kawasan Kelurahan Wonokoyo juga merasakan tidak teraliri air bersih akibat pipa bocor selama tiga hari. Warga Kelurahan Wonokoyo, Sri, mengakui hal yang sama yakni mengalami air mati sejak tanggal 22 Mei lalu.

“Iya ada tangki datang tapi ya tak cukup. Capek nimba air terus, mati terus seperti ini capek,” kesalnya.

Menurut informasi, setidaknya ada 72 kawasan pemukiman padat yang terdampak aliran air macet akibat pipa bocor tersebut. Kebanyakan memang berada di kawasan Kecamatan Kedungkandang mulai dari  Jalan Sekarputih atas, Perum Citra Pesona Buring, kawasan Jalan Raya Tlogowaru, Jalan Jabal Nur, Jalan Kalisari Wonokoyo, Desaku Menanti, Perum Citra Gading, kawasan Perum Grand Hill Wonokoyo dan sekitarnya.

Selain kawasan terdampak, ada pula kawasan yang terdampak rekayasa jaringan. Menyebabkan air sempat mati beberapa saat. Yakni kawasan Jalan KH Malik, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan KH Parseh Jaya, Jalan Lembayung, Jalan Bayam, Jalan Kecipir, Jalan Raya Tutut, Kawasan Perum Amany Regency, Perum Rich Garden, Perum Griya Wijaya Kusuma, Jalan Sawahan, Kawasan Perum Cempaka Putih dan lainnya.

Terkait hal ini Perumda Tugu Tirta menjelaskan proses normalisasi aliran ke Tandon Buring Atas sudah dilakukan  Rabu (24/5) sekitar pukul 14.30 WIB kemarin. Artinya, pasca perbaikan kebocoran pipa di kawasna Kidal, Kabupaten Malang, pagi harinya, sebagian besar kawasan terdampak sudah kembali  teraliri air.

Sebelumnya diinformasikan, kebocoran tersebut menyebabkan pelanggan di wilayah terdampak mengalami gangguan aliran air selama proses pengerjaan dan normalisasi.  

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas S.Pd  MSi mengakui pihaknya membutuhkan waktu dalam proses normalisasi layanan yang berada di jangkauan terjauh. Khususnya yang mendapat suplai dari reservoir Buring Atas.

“Sudah dilakukan perbaikan. Berikutnya proses normalisasi aliran di sepanjang jalur layanan,” ujar Muhlas.

Sebagai informasi, sebelumnya di lokasi Kidal juga sempat terjadi kebocoran pipa dan telah selesai diperbaiki pada hari Selasa (23/5). Kemudian terjadi kebocoran lagi  Rabu (24/5) pagi, sehingga pelanggan merasakan gangguan layanan cukup lama.

Ditanya penyebab kebocoran pipa, Muhlas menjelaskan hal ini sudah berulang kali dijelaskan. Pipa di kawasan Desa Kidal tersebut memang sudah tidak layak. Akan tetapi spek pipa pengganti yang lebih layak membutuhkan effort khusus, dan dana besar yang sebelumnya sudah diajukan ke Pemprov   Jatim. Ini diakui masih membutuhkan waktu.

Kawasan atau lokasi pipa berada itu cukup ekstrem. Karena memiliki tekanan udara yang tinggi sehingga rawan bocor dan pecah. Muhlas menegaskan pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Pemprov  Jatim dan juga pusat.

Untuk mengatasinya, sementara ketika pipa pecah dan aliran air terdampak, Perumda Tugu Tirta memberikan layanan tangki. Yang sejak dua hari lalu sudah telah diterjunkan ke tengah masyarakat, sehingga pelanggan tetap mendapatkan akses air minum selama proses perbaikan dan normalisasi berlangsung. (ica/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img