spot_img
Friday, June 14, 2024
spot_img

BPBD Tambah Tiga Destana

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Sebagai wilayah rawan bencana, desa-desa di Kabupaten Malang digarap untuk menjadi desa tangguh bencana (Destana). Namun, program yang didorong BNPB di setiap daerah itu, belum dibentuk di seluruh desa. Tahun 2024 ini, ditargetkan ada sedikitnya tiga Destana yang dibentuk.

“Dari 390 desa, masih 20 persen lebih yang kami bikin Destana, target kami masih tercapai 105 desa. Di tahun ini, ada tiga yang akan kami bentuk,” jelas Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang Zainuddin. Tiga desa yakni Desa Jatirejoyoso, Kepanjen, Desa Pakisjajar, Pakis dan Desa Tirtomarto, Ampelgading.

Menurutnya, tiga desa itu dinilai lebih siap untuk menuju adanya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dengan kesiapan SDM yang ada. “Tiga desa itu, hasil dari kajian tahun sebelumnya, memang kami dorong untuk mandiri termasuk anggaran dana untuk pelatihan,” katanya.

BPBD Kabupaten Malang juga mengajukan bantuan untuk pengadaan pelatihan FPRB sebagai syarat adanya Destana ke BNPB. Diharapkan pada tahun 2025 nanti, mendapatkan sokongan untuk pembentukan setidaknya dua desa selain yang direncanakan melalui APBD Kabupaten Malang.

Dari pengalaman pembentukan Destana setiap tahunnya, Zainuddin berujar butuh proses lama dan bertahap karena berbagai keterbatasan. Sebab, 105 Destana yang saat ini terbentuk, prosesnya berjalan selama 10 tahun. “Artinya butuh tiga puluh tahun. Tapi kami berupaya agar lebih banyak setiap tahun dengan mengajukan bantuan juga,” tambahnya.

Dikatakannya, idealnya setiap desa di Kabupaten Malang menjadi Destana. Sehingga dapat meningkatkan penanganan awal dan respons cepat kedaruratan ketika terjadi peristiwa kebencanaan. “Minimal apa yang harus dilakukan saat penanganan awal bencana sudah bisa dilakukan karena responsnya lebih cepat,” tutupnya. (tyo/mar)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img