spot_img
Saturday, July 20, 2024
spot_img

Cegah Stunting, Sosialisasikan Diversifikasi Produk Perikanan

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Pakar Teknologi Hasil Perikanan Universitas Brawijaya (UB) Prof. Ir. Sukoso, M.Sc., Ph.D melakukan sosialisasi diversifikasi produk perikanan yang memiliki peran penting untuk mencegah stunting pada anak-anak. Sosialisasi ini ditujukan kepada pelaku usaha di Pasuruan dan Probolinggo, bertempat di SMK Negeri 4 Probolinggo, Kamis (24/8) lalu.

Di depan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan siswa SMK kelas X dan XI jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), Prof. Sukoso menggambarkan potensi hasil perikanan sebagai sumber gizi bernilai yang mudah dibudidayakan dan potensi tanaman pagar kelor. Di samping itu, ia memperkenalkan inovasi penggunaan daun kelor sebagai superfood untuk meningkatkan nilai nutrisi dalam produk olahan ikan.

- Advertisement -

“Kami ingin mengubah cara pandang tentang gizi dan memberikan tindakan nyata dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan sumberdaya alam,” ungkapnya.

Ia mengatakan, permasalahan stunting bukan hanya sekadar sebuah isu, tetapi menjadi salah satu tantangan krusial yang harus diatasi di Indonesia guna mencapai visi Indonesia Emas 2045. Stunting, yang didefinisikan sebagai gagal tumbuh atau mencapai tinggi badan ideal sesuai dengan usia, memiliki dampak yang lebih mendalam. Ini berkaitan dengan bahaya rendahnya konsentrasi anak dalam belajar dan potensi penyakit kronis di usia tumbuh kembang serta usia produktif.

Proses munculnya stunting melibatkan berbagai rantai sebab-akibat, dimulai dari perbaikan gizi pada generasi calon orang tua. Ini mendorong terbentuknya keturunan yang lebih baik yang mampu mengatasi masalah stunting. Kendati banyak disebabkan oleh kondisi ekonomi, potensi sumber daya alam Indonesia seperti ikan dan tanaman, terutama kelor (Moringa oleifera), memiliki potensi besar untuk disinergikan dalam bentuk produk olahan yang bermanfaat.

Pelaksanaan kegiatan ini dipandu langsung oleh Kepala Sekolah SMKN 4 Probolinggo dan mendapat dukungan dari seluruh guru dan taruna taruni di SMKN 4 Probolinggo, yang diharapkan dapat diperluas untuk menjadi praktik olahan produk perikanan yang terintegrasi.

Kepala SMKN 4 Probolinggo Agus Yudiyanton mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. “Langkah kecil ini menjadi tonggak besar menuju masa depan yang lebih sehat. Dengan energi baru dan pengetahuan yang semakin bertambah, terobosan cerah ini menjadi inspirasi bagi upaya luas dalam mencegah stunting di Indonesia,” katanya.

 Dengan semangat kolaborasi dan upaya nyata ini, diharapkan masalah stunting di Indonesia dapat teratasi dengan lebih baik. Menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045, generasi muda yang lahir mulai tahun 2022 dan seterusnya memiliki peran kunci sebagai modal investasi SDM yang mendukung kesuksesan visi tersebut. “Kolaborasi yang melibatkan pendidikan dan penelitian menjadi fondasi yang kokoh untuk mencapai tujuan ini,” tandasnya. (imm)

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img