Sunday, August 31, 2025

Cepat Adaptasi, Penerus Tradisi Pemain Maluku di Arema FC

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Perjalanan Salim Tuharea, Dari Kampung Sepak Bola ke Singo Edan

Arema FC kembali membuktikan diri sebagai klub yang konsisten mengorbitkan talenta muda. Setelah dua musim terakhir membuat nama Achmad Maulana Syarif dan Arkhan Fikri dikenal luas, musim lalu giliran Salim Akbar Tuharea mencuri perhatian. Winger asal Tulehu itu tak hanya memperkuat skuad, tapi juga melanjutkan tradisi hadirnya “Anak Ambon” di tim Singo Edan.

MALANG POSCO MEDIA – Salim lahir di Provinsi Maluku, tepatnya di Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, sebuah kampung yang kerap disebut sebagai ‘kampung sepak bola’. Jaraknya sekitar 28 kilometer dari Kota Ambon. Dari tanah kelahirannya, banyak pemain top lahir dan pernah berbaju Arema FC, mulai dari Hasim Kipuw, Alfin Tuasalamony, Ricky Akbar Ohorela, Ridwan Tawainella, hingga Rifad Marasabessy yang masih menjadi bagian skuad Singo Edan.

Tahun lalu, di usia 22 tahun, Salim tanpa ragu menerima pinangan Arema FC meski belum banyak yang mengenalnya. Sebelumnya, ia bermain untuk Madura United.

“Saya awalnya berkonsultasi dulu dengan beberapa senior sebelum akhirnya bergabung dengan Arema,” ujarnya.

Bagi Salim, Arema FC adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa pemain muda pun bisa tampil optimal di klub besar. Ia merasa visinya sejalan dengan klub yang fokus mengembangkan talenta muda.

Debutnya langsung memikat. Di Piala Presiden 2024, ia tampil impresif dengan catatan dua gol dari lima laga (352 menit). Kontribusinya mengantarkan Arema FC menjadi juara pramusim tersebut.

Performa gemilangnya berlanjut ke Liga 1 2024/2025. Bermain di sektor sayap kanan, Salim menjadi salah satu pemain yang paling cepat mendapatkan perpanjangan kontrak sebelum kompetisi berakhir, di tengah godaan dari sejumlah klub lain.

“Ya karena saya senang di sini dan semua orang support saya. Termasuk keluarga dan teman-teman. Makanya saya mau diperpanjang kontrak,” bebernya.

Musim pertamanya di Arema FC, kata Salim, menjadi pengalaman luar biasa. Kepercayaan dari pelatih, rekan setim, dan manajemen membuatnya bersinar.

“Musim pertama saya di Arema adalah musim yang luar biasa buat saya. Saya mendapatkan kepercayaan diri saya di sini, dan hal yang tak terlupakan, kami bisa juara Piala Presiden meskipun sempat banyak yang meragukan,” tambahnya.

Musim lalu, Salim tercatat sebagai pemain lokal tersubur Arema FC dengan enam gol dan dua assist dari 26 laga, hanya kalah produktif dari Dalberto dan Charles Lokoli Ngoy.

Maka, ketika tawaran kontrak datang, ia tak berpikir panjang. Targetnya jelas: tampil lebih baik.

“Pasti ingin lebih baik dari musim sebelumnya. Kalau musim lalu masih sambil adaptasi, sekarang seperti berada di lingkungan sendiri,” ujar pemain kelahiran 30 November 2001 itu.

Tak hanya soal lapangan, Salim juga jatuh hati pada Kota Malang. Baginya, Malang adalah kota yang nyaman untuk berlatih maupun berlibur. Ia sempat berwisata ke Gunung Bromo dengan motor trail bersama rekan-rekannya seperti Achmad Maulana dan Anwar Rifa’i.

Ia juga kerap mengendarai sepeda motor ke berbagai wilayah Kabupaten Malang seperti Wonoayu dan Lawang.

“Itu jadi bagian adaptasi saya juga. Menikmati perjalanan, berhenti di tempat-tempat menarik, menyapa warga sekitar. Alhamdulillah, adaptasi saya bagus dan saya betah,” pungkasnya.(ley/aim)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img