spot_img
Monday, July 15, 2024
spot_img

Closing AUG 2024 di Universitas Negeri Malang; Digelar Meriah, Indonesia Juara Umum

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG- ASEAN University Games (AUG) XXI 2024 yang bergulir sejak 25 Juni lalu, resmi berakhir. Berakhirnya ajang olahraga bergengsi ini ditandai dengan Closing Ceremony yang digelar megah di Graha Cakrawala, Sabtu (6/7) lalu.

SAMBUTAN: Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd menyampaikan sambutan.

Ketua Pelaksana/PIC ASEAN University Games XXI, Prof. Dr. Nurhasan M.Kes mengatakan seluruh rangkaian AUG yang diikuti oleh 11 negara ini berjalan dengan luar biasa, berkat kerja sama dan kerja bareng yang baik bersama seluruh pihak. Dengan penyelenggaraan yang baik ini, negara Indonesia mampu menorehkan prestasi terbaik pada AUG kali ini.

BANGGA: Para atlet dari berbagai negara di Asia Tenggara mengikuti ASEAN University Games XXI 2024.

“Alhamdulillah Indonesia mendapat juara umum dengan perolehan 126 emas, 99 perak dan 71 perunggu. Ini capaian luar biasa melebihi dua pelaksanaan AUG sebelumnya. Ini berkat kerja keras dan kerja bersama,” ungkap pria yang akrab disapa Cak Hasan ini.

MERIAH: Penampilan Tari oleh mahasiswa UM memeriahkan Closing Ceremony ASEAN  University Games XXI 2024, Sabtu (6/7) lalu.

Ia menambahkan, total ada sebanyak 1.380 atlet dan 497 ofisial serta pelatih yang terlibat dalam pekan olahraga mahasiswa negara ASEAN tersebut. Ia menyebut, sepanjang sejarah penyelenggaraan AUG, baru kali ini melibatkan perguruan tinggi sebagai venue cabor. Bahkan, perguruan tinggi yang dilibatkan berada di dua tempat sekaligus. Yaitu di Surabaya dan Malang.

“Ada empat aspek suksesnya penyelenggaraan AUG ini. Yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat dan sukses dari aspek kolaborasi antar perguruan tinggi antar negara anggota ASEAN,” sebut Cak Hasan.

Perwakilan PP Badan Pembina Olahraga mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Muarifin menambahkan, ada 21 cabor yang dipertandingkan selama AUG XXI kali ini. Setelah Indonesia yang berhasil menduduki klasemen pertama, ada negara Thailand yang memperoleh 52 emas, 49 perak dan 29 perunggu. Lalu posisi ketiga, tim Negeri Jiran berhasil memeroleh 37 emas, 47 perak dan 61 perunggu.

Sedangkan pada posisi keempat diduduki kontingen Vietnam dengan mengoleksi 12 emas, 9 perak dan 5 perunggu. Posisi kelima ditempati Singapura setelah berhasil mengumpulkan 11 emas, 27 perak dan 35 perunggu. Posisi keenam, disusul Filipina dengan koleksi 3 emas, 3 perak dan 9 perunggu.

Sedangkan posisi ketujuh ada kontingen Laos dengan perolehan 3 emas, 2 perak dan 6 perunggu. Posisi kedelapan, Myanmar berhasil membawa pulang 2 emas, 8 perak dan 1 perunggu. Kemudian ada Kamboja dengan 1 emas, 5 perak dan 3 perunggu. Sementara kontingen Brunei Darussalam membawa pulang 1 medali emas dan Timor Leste memperoleh 1 perak dan 9 perunggu. “Semua kontingen berhasil membawa pulang medali untuk negaranya masing masing,” tegas Muarifin, yang juga mantan Wakil Rektor 4 UM ini.

Ketua Closing Ceremony Prof. Dr. Hariyono, M.Pd yang juga merupakan Rektor UM menyampaikan, sebagai tuan rumah pihaknya bersyukur menjadi tempat venue sekaligus menjadi tempat closing ceremony ajang bergengsi ini. Kehadiran atlet dari 11 negara ini mencerminkan bahwa semua mahasiswa yang datang dan bertanding, tidak hanya berkompetisi meraih prestasi. Namun tidak kalah penting adalah membangun saling pengertian dan kerja sama antar mahasiswa.

“Kompetisi tidak bisa diatasi dengan baik tanpa sinergi dan kolaborasi. Sehingga kolega kami yang hadir ini tidak hanya semata mencari medali, tapi saling membangun respect dan pengertian,” tutur Prof. Haryono.

Menurut Prof Hariyono, Asean University Games lebih dari sekedar kompetisi. Lebih dari sekedar memperebutkan medali. Tetapi yang utama dari itu, merajut kebersamaan dan persatuan antar negara di Asia Tenggara. “Dan itu diinisiasi oleh para pemuda. Dalam hal ini oleh para mahasiswa dari setiap negara yang terlibat dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Selebihnya, kata dia, dari perkenalan dan persatuan yang dirajut itu akan berlanjut pada kerja sama di bidang lainnya. “Karena event ini digelar untuk Perguruan Tinggi tentu dimulai dari olahraga ini akan ada kerja sama di bidang sains dan teknologi antar bangsa,” pungkasnya. (imm/ian/adv/udi)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img