Saturday, August 30, 2025

Cuaca Buruk, Nelayan Sendangbiru Tunda Melaut

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Sebagian nelayan di Pantai Sendangbiru Desa Tambakrejo Kecamatan Sumawe harus menunda melaut. Pasalnya, sejak tujuh hari belakangan kondisi angin laut tidak bersahabat untuk mencari ikan.

Seperti yang dialami Sugianto. Pria berusia 40 tahun ini menyibukkan diri memperbaiki kapal sembari menunggu cuaca membaik. Ia bersama enam orang nelayan dalam satu kapal biasanya melaut setengah bulan.

“Biasanya setengah bulan di laut, baru pulang. Tapi saat ini angin tidak mendukung untuk memancing, sudah satu Minggu,” ujar Sugianto, ditemui saat memperbaiki kapal yang bersandar di pasir Pantai Sendangbiru Kecamatan Sumawe, Minggu (3/8) kemarin.

Warga setempat yang sudah melaut sejak berusia 17 tahun itu mengatakan, paling sedikit ikan yang ia dapat satu ton. Sedangkan paling banyak mencapai tiga ton.

“Biasaya saya mendapat ikan tuna, baby tuna, dan cakalang” katanya. Biasanya bulan Agustus ini Sugianto melaut. Ikan yang ia dapat kemudian dibawa ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendangbiru Kecamatan Sumawe.

Sugianto berada di darat atau di rumah selama tiga hari. Kemudian lanjut melaut kembali. Ia menambahkan bahwa harga ikan saat ini menurun per kilogramnya.

“Sebelumnya ikan tuna Rp 45 ribu tergantung besarnya. Sekarang Rp 30 ribu,” tambahnya.

Sementara itu nelayan lainnya menggunakan perahu speed, Samsuri kembali berangkat melaut setelah beberapa hari tidak melaut karena cuaca.

“Ini baru kembali kerja (Kemarin). Sudah beberapa hari saya tidak kerja karena angin dan gelombang tidak mendukung,” ujar nelayan berusia 62 tahun tersebut.

Ia berangkat melaut seorang diri pukul 03.00 WIB dini hari. Samsuri menyampaikan, kondisi ikan saat ini tidak memakan umpan. Salah satu faktornya adalah kondisi arus laut kencang. Bahkan ia mencari ikan hingga tujuh mil.

Warga Desa Tambakrejo Kecamatan Sumawe itu kemarin siang kembali ke darat membawa ikan dengan jumlah tidak seperti biasanya. Ia mendapat beberapa jenis ikan, termasuk cakalang.

Begitu tiba di daratan, ikan baru segar hasil menjaringya itu langsung dibeli oleh pedagang. “Saya dapat ikan sekitar 25 kilogram. Ini sedikit. Kalau banyak sampai lima kwintal. Bahkan bisa satu ton,” tambahnya (den/jon)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img