spot_img
spot_img

Dampingi Anak Yatim Tragedi Kanjuruhan Sampai Mandiri

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU) mendirikan Posko Crisis Center PB NU Terpadu di kantor PC NU Kota Malang, Selasa (4/10) kemarin. Ketua Umum PB NU KH Yahya Cholil Staquf menginstruksikan agar tim yang bertugas di Posko Crisis Center pro aktif menangani laporan ataupun dampak Tragedi Kanjuruhan.

“Ini saatnya kita saling menguatkan satu sama lain. Insya Allah, petugas kami instruksikan untuk pro aktif, baik mendata, mengunjungi butuh apa dan sebagainya atas kejadian di Stadion Kanjuruhan,” kata Gus Yahya kepada Malang Posco Media, usai mengunjungi  Posko Crisis Center PB NU Terpadu di kantor PC NU Kota Malang.

Ia menjelaskan Posko Terpadu Crisis Center ini memberikan layanan laporan orang hilang, korban belum ditemukan, advokasi hukum hingga pemberian santunan. Satuan tugas penanganan korban Tragedi Kanjuruhan juga telah dibentuk. Tim sudah bergerak melakukan pendataan dan pendampingan bagi korban tragedi.

Berita Lainnya:  Tetap Kencang Usut Tuntas!

“Juga kami imbau pada masyarakat jika memang membutuhkan bantuan dan pendampingan akibat Tragedi Kanjuruhan langsung datang ke posko NU. Posko Crisis Center juga harus mendampingi anak-anak yang menjadi yatim karena orang tuanya menjadi korban Tragedi Kanjuruhan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pendampingan yang dilakukan tidak hanya sekadar membayarkan SPP, uang sekolah atau bantuan lainnya, tapi juga harus mampu memberikan pendampingan sampai mereka anak itu dapat mandiri.

“Kalau hanya sekadar membayarkan SPP atau uang sekolah tidak perlu Posko Crisis Center. Tanggung jawab kita bersama untuk bagaimana mendampingi anak yatim itu sampai mampu mandiri,” terangnya.

Ia mengungkapkan bahwa PB NU siap mengawal Tragedi Kanjuruhan. Dan memberikan kepercayaan penuh kepada tim yang sudah dibentuk pemerintah pusat untuck mengusut tuntas kejadian tersebut.

Berita Lainnya:  Protes Mandeknya Penanganan Hukum, Massa Aremania Blokade Perempatan Exit Tol Singosari

Dalam kunjungan itu juga diberikan santunan kepada keluarga yang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan yang berasal dari PB NU,  BSI (Bank Syariah Indonesia) dan donatur lainnya.

Sementara itu Ketua PCNU Kota Malang KH Dr Isroqunnajah menjelaskan terdapat anggota PC NU Kota Malang yang keluarganya menjadi korban tragedi Stadion Kanjuruhan. Kepada mereka pendampingan dan santunan sudah diberikan.

“Kita beri pendampingan terus, trauma healing dan pendampingan pendidikan bagi putra putrinya dan keluarganya,” jelas Gus Is sapaan akrabnya.

Posko Terpadu Crisis Center NU di Kota Malang ini akan dibuka dan melayani warga terdampak Tragedi Kanjuruhan hingga 2 bulan kedepan. Baik warga kota, kabupaten maupun diluar lainnya akan dilayani. (ica/aim)



BERITA LAINNYA