spot_img
Friday, June 14, 2024
spot_img

Dari Kuliner Sampai Rumah Sakit

Berita Lainnya

Berita Terbaru

TIDAK pernah kehilangan keramahan kepada siapapun. Hal ini melekat pada diri pengusaha dan profesional yang juga aktif menjadi pengurus sejumlah organisasi, Ardantya Syahreza, SE.

Sensitivitas bisnis Dacil, sapaan akrabnya, memang terasah berkat segudang pengalamannya. Karier awalnya adalah magang di Kantor Cabang Royal Bank of Canada di Ontario, Canada sebagai analis pasar internal. Kemudian, kembali ke Indonesia sebagai Eksekutif Riset di Nielsen, hingga akhirnya menjadi manajer pengembangan bisnis perusahaan iklan.

Kemudian dia pada tahun 2005 Dacil mendirikan perusahaan pertamanya, PT Marketing Komunikasi Indonesia (MKI). Perusahaan ini bergerak di bidang jasa pemasaran dan konsultasi strategi komunikasi merek dalam bentuk kegiatan aktivasi (event promotion) yang memungkinkan pencapaian akuisisi database customer, product trial, dan pembelian yang dapat diukur.

“Saat itu perusahaan kami banyak menciptakan program sales promotion ataupun event agar merek merek klien kami dapat melakukan interaksi dengan konsumen melalui program promosi yang diharapkan akan menciptakan preferensi dan loyalty pada merek-merek tersebut. Semuan program dirancang berdasarkan target penjualan klien dan budget pemasaran yang dimiliki klien” urai suami Sofia Ambarini ini.

Berkat kerja kerasnya, MKI dipercaya menangani merek besar. Saat ini klien MKI sangat bervariasi. Mereka datang dari berbagai sektor, dari industri makanan-minuman, farmasi, telekomunikasi, oli, hingga perbankan.

Selain itu, juga ada perusahaan pengembang waralaba kuliner (PT Kuliner Nusantara Sejahtera Indonesia) dan perusahaan pelatihan SDM, GenMudaID. Ayah Ariello Muhammad dan Aleia Asha ini melebarkan lagi sayap bisnisnya dengan membuka usaha kuliner dan F&B service dengan sistem waralaba. Beberapa merek kuliner yang dikembangkan adalah merek Sour Sally Mini, Bakso Kota Cak Man, Marlous dan Chicken Crush.

Ia juga pemilik PT Generasi Muda Indonesia, yang menjembatani kesenjangan pengetahuan antara kampus dan dunia profesional dan sederet perusahaan lain.

Memasuki 2019,  Dacil diminta bergabung ke PT Persada Medika Raya, yang menaungi Persada Hospital. Sebuah industri kesehatan yang memiliki tantangannya sendiri yang kunci suksesnya adalah bagaimana pemimpin usaha dapat menciptakan kolaborasi yang kuat antara rumah sakit dan dokter. Kolaborasi tersebut adalah demi terciptanya layanan yang baik kepada pasien.

“Industri Layanan Kesehatan pasca pandemi, memiliki potensi pertumbuhan yang luar biasa dimana masyarakat sekarang semakin terbuka akan pentingnya untuk sehat. Dibarengi dengan perkembangan teknologi yang pesat serta kecintaan masyarakat modern pada olahraga dan alam. Ini semua yang mendasari lahirnya industri wisata kesehatan nantinya,’’ papar Komisaris Utama PT Medika Integrasi Persada Indonesia yang bergerak di bidang pemasaran layanan wisata kesehatan dan alat kesehatan. (nug/udi)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img