MALANG POSCO MEDIA – Setelah menikmati liburan musim panas di Spanyol selama 1 minggu membuat kami melihat bahwa ada persamaan terkait kebiasaan orang Indonesia, Portugal, dan Spanyol. Coba tebak?? Yuups betul, “Nasi” menjadi salah satu makanan wajib yang ada di ketiga negara ini. Berbeda dengan negara Eropa lainnya yang kebanyakan supply carbo dari pasta, kentang, dan roti. Para wisatawan Asia yang penggemar nasi tidak akan kebingungan mencari makanan. Dan satu lagi budaya yang sama yaitu “Sama-sama PECINTA KOPI”. Kira-kira ada warung kopi seperti di Indonesia tidak ya di Portugal??
Sarapan menjadi aktifitas wajib yang dilakukan oleh orang Indonesia. Kalau tidak sarapan sepertinya ada yang kurang. Perlu dan tidaknya sarapan masih menjadi perdebatan di sebagian orang. Saya adalah tim wajib sarapan sejak duduk di bangku sekolah. Meskipun sarapan hanya beberapa sendok nasi dan segelas susu tetapi wajib hukumnya sarapan sebelum keluar rumah. Namun semakin di posisi umur sekarang, menyadari bahwa kebutuhan sarapan atau tidak tergantung dari metabolisme dan kebutuhan tubuh masing-masing orang.
Dahulu sempat heran sekali kalau ada orang yang hanya sarapan minum segelas kopi. Setelah itu baru makan nasi sekitar jam 11 dimana artinya sekaligus makan pagi dan siang. Istilah kerennya yaitu “Brunch” (Breakfast and Lunch). Sepanjang ingatan yang dimiliki, kalau ingin sarapan di Surabaya pasti yang dicari yaitu bubur ayam, soto daging, atau nasi pecel. Banyak sekali kuliner Indonesia yang sudah buka sejak pagi. Belum pernah sama sekali mencoba ke restoran ala Brunch di Indonesia.
Sekarang nama restoran Tropical Coffee & Eatery, Communal Coffee & Eatery, Historica Coffee & Pastry di Surabaya pasti sudah terkenal di kaum anak muda. Sudah semakin merajalela menu-menu croissant, quinoa, egg benedict, french toast, smoothie bawls, dan avocado toast. Tidak tahu harga pastinya yang pasti sudah mencapai Rp.50.000 per piring. Apakah saat mudik nanti akan berniat mencoba ke restoran Brunch ala Indonesia?? Jelas TIDAK!!!! Hahahahaha.
Begitu juga dengan kopi. Kopi Kenangan dan Janji Jiwa adalah merek yang sering dibeli di Indonesia 3-4 tahun lalu. Saya sebenarnya tidaklah pecinta kopi, bahkan dulu tidak bisa minum kopi. Terkendala maag sehingga dipercayai bahwa setiap minum kopi pasti nanti asam lambung akan naik. Jadi tidak pernah mencoba minum kopi. Kalau menemani suami beli kopi maka pesannya adalah yang berbau coklat dan kandungan kopinya sedikit.
Fore Coffee, Tuku Coffee, Indomaret Coffee, mana brand favoritmu???
Pecinta kopi pasti paham apa saja jenis biji kopi, varian penyajian kopi, proses produksi dan pengolahan kopi, hingga ke kategori produk tradisional kopi Indonesia. Bahkan hanya mencium aroma biji kopi bisa langsung mengetahui apakah itu biji kopi Arabica, Robusta, Liberica atau Excelsa. Hidup di Portugal selama 2,5 tahun membuat tubuhku bertransformasi dari yang tidak bisa minum kopi sama sekali sampai ke tahap bisa menikmati Hot Cappucino, Latte, Macchiato, dan Mocha. Kalau versi dingin favorit yaitu Ice Vanila Coffee, Frappucino, dan Vietnamese Iced Coffee. Wooww? Kok bisa? Alhamdulillah kondisi lambung amaan sampai saat ini.
Naaah, kalau kangen varian kopi Indonesia saat di Portugal gimana nih? Bagaimana cara mengatasinya?
Ternyata Portugal dan Spanyol memiliki budaya minum kopi yang kuat. Sehari bisa meneguk 5x espresso. Sarapan, tea time sebelum makan siang, setelah makan siang, break time sore hari, dan setelah makan malam. Menurut survey konsumsi kopi di Eropa pada tahun 2021 terlihat bahwa 80-85% orang dewasa di Eropa mengonsumsi kopi secara teratur. Serta menurut data dari International Coffee Organization (ICO), konsumsi kopi di Portugal sekitar 4 kg per orang per tahun. Demikian juga hasil yang hampir sama dengan negara Spanyol.
Warung kopi spesial yang ada di Lisbon baru saja dibuka di tahun 2024 ini. “Warkoplx” namanya. Apa nama yang terkandung di Warkoplx? Warkop jelas artinya Warung Kopi. Sedangkan arti LX merujuk pada singkatan atau nama panggilan tidak resmi untuk kota Lisbon. Biasanya untuk administratif dokumen logistik, transportasi, atau komunikasi. Warkoplx ini berlokasi di tempat turis yang sangat stategis yaitu di Rua da Bica de Duarte Belo 26 Lisbon. Pernah melihat tram kabel yang rute transportasinya menanjak curam di Lisbon? Yes!!! disitulah Warkoplx berada. Semua turis yang datang ke Lisbon pasti ingin merasakan sensasinya naik Elevador da Bica atau Ascensor da Bica, satu-satunya trem kabel dengan jalur tetap tanpa nomor trem.
Sepasang suami istri asli Indonesia dengan penuh percaya diri membuka Warkoplx pada awal tahun 2024. Angga Kusumadiharja dan Popy Sopya melihat ada peluang besar di bisnis perkopian Portugal. Apalagi belum ada sama sekali restoran Indonesia di Portugal yang memiliki produk minuman kopi khas Indonesia. “Saya melihat peluang yang besar di Portugal, berawal hanya membuka warung di tempat kecil seperti di bengkel begitu, namun Tuhan berkehendak lain. Beberapa waktu kemudian menemukan lokasi sangat strategis dengan penuh pertimbangan akhirnya gaaaas segala persiapan”, cerita Angga saat kami berkunjung kesana.
Angga telah memulai perjalanan menjadi barista sejak tahun 2015 di Manchester. Minat semakin membara maka fokus mengambil sertifikasi kopi untuk program modul Introduction Coffee Association of Europe (SCAE) di London, UK. Tidak main-main dengan perkopian, Angga melanjutkan mengambil spesialis lagi di Denmark, Netherlands, dan Spain. Angga telah dipercaya untuk menghandle event kopi di Eropa hingga tahun 2017. Karir sebagai Coffee Roaster ditekuni selama 2,5 tahun di German dan Sweden. “Keliling dunia demi kopi”, candaan Popy – istri Angga yang kala itu belum diajak keliling Eropa.
Tak berhenti sampai disitu, tahun 2020 ternyata Angga pindah ke Amsterdam untuk menjalankan research project coffee lab. Pandemi covid tak menghalangi semangat Bos Warkoplx ini karena Switzerland memanggilnyaaa. Angga menempuh Postgraduate Program of Certificate Advanced Studies (CAS) in Coffee Excellence of Zurich University of Applied Science. Daebak!!!!
Sebelum memboyong Popy pada tahun 2022 di Portugal karena sudah sah menjadi istri, ternyata Angga sempat kerja untuk project coffee roastery di Al Khobar, Saudi Arabia selama 6 bulan. Benar-benar petualangan yang super luar biasa. Cek Instagram mereka di @warkoplx. Kalau liburan ke Lisbon wajib mampir ya kawan pembaca. Apa menu andalannya?? Jelas kopi dong!!! Wajib coba Aren Latte dan Es Teh. Ini favorit kami selalu.
Tema khas warung kopi juga dirasakan meskipun sedang ada di Lisbon. Desain warkoplx sengaja dibuat santai ala warkop dengan kursi tinggi. Aneka gorengan, Indomie, Bakso, Nasi Goreng semua ada. Jajanan khas Indonesia deh pokoknya. Harga aneka gorengan (cireng, tahu isi, tempe mendoan, martabak telur, bala-bala, dan bakwan udang) kalau di Eropa sekitar 5 Euros (Rp. 90.000) isi 3 biji. Jangan disamakan dengan harga gorengan di Indonesia ya kawan pembaca. hihihihi.
“Terimakasih telah berkunjung di Warkoplx, jangan kapok-kapok datang kesini ya. Nanti Om Tante buatkan es teh 1 pitcher buat Zirco dan Zygmund”, kata Angga dan Popy yang begitu ramah. DoubleZ pasti akan minta kesana lagi untuk beli Indomie dan Es Teh. Memang rasa di warung itu berbeda daripada buat sendiri dirumah kok. Setuju gak moms?? Sukses Selalu Warkoplx, makin rame, makin go Internasional, makin buka banyak cabang di Portugal. OPP.