spot_img
Saturday, July 20, 2024
spot_img

Dari Sebar Brosur Hingga Jadi Manager Marketing

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Marketing and Public Relations Manager Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Perjalanan karir orang sukses tidak serta merta didapatkan begitu saja. Namun butuh perjuangan bahkan juga pengorbanan yang cukup besar hingga bisa menduduki posisi puncak.

Hal itu yang dibuktikan oleh Titik S. Ariyanto. Ia yang saat ini menjabat sebagai Marketing and Public Relations Manager di Jatim Park Group merintis karirnya benar-benar dari bawah. Kepada Malang Posco Media ia menceritakan, mengawali bekerja di Jatim Park sebagai staff dan membagikan brosur.

- Advertisement -

“Dulu awal karir saya sebagai staf marketing di Jatim Park  yang saat ini menjadi Jatim Park 1. Saat itu saya masuk dan kerja di Jatim Park saat belum dibuka. Jatim Park 1 saja dibuka pada tanggal 8 Desember 2001. Sebagai staff marketing tugas saya adalah membagikan brosur saat itu,” terangnya.

Dilanjutnya, selain menyebarkan brosur, ia juga turut membuka relasi dengan berbagai kalangan, bekerjasama dengan radio sampai dengan pemasangan materi publikasi di beberapa lokasi di Batu dan Malang.

Baginya menjadi seorang wanita harus mampu untuk bekerja karena setiap manusia memiliki potensi diri yang perlu dikembangkan di berbagai bidang yang sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

“Menjadi wanita karir bukanlah hal yang tabu lagi. Karena menjadi wanita juga harus bisa bekerja karena manusia karena menjadi wanita juga harus bisa bekerja, semuanya memiliki potensi masing-masing yang bisa dikembangkan di berbagai bidang dan disesuaikan dengan keinginannya dan skillnya masing-masing,” imbuhnya.

Tentu bukan hal mudah apalagi menjadi seorang wanita yang memiliki karir sendiri dan memiliki tanggung jawab lain salah satunya yakni dengan keluarganya. Sehingga tak jarang bagi wanita karir butuh bekerja lebih ekstra untuk dapat menyeimbangkan antara tanggung jawab di pekerjaan maupun tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.

“Itu juga yang menjadi tantangan bagi saya dimana harus menyeimbangkan antara pekerjaan dan juga urusan rumah adat saya satu dan sejak usia 6 tahun, saya tidak ada pembantu di rumah. Jadi kami harus bekerja lebih ekstra saling melengkapi satu dengan yang lain,” ujarnya.

Menurutnya dunia kerja senantiasa berkembang secara dinamis. Tidak hanya laki-laki maupun juga perempuan bisa memasuki dunia kerja dengan potensi dan keahlian masing-masing. Tergantung bagaimana orang tersebut mampu untuk menyeimbangkan diri ataupun menyesuaikan dengan berbagai perkembangan yang terjadi di dunia saat ini.

“Setiap orang harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, salah satunya yakni perkembangan sosial media dan dunia digital yang sangat luar biasa. Ini juga yang menjadi tantangan bagi saya untuk bagaimana harus bisa belajar dan dapat berkolaborasi dengan anak-anak muda saat ini agar tidak ketinggalan informasi,” tandasnya. (adm/nda)

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img