Friday, August 29, 2025

Diabetes dan Hipertensi Pemicu Utama Penyakit Ginjal Kronis

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA– Penyakit ginjal kronis (PGK) masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Penyakit ini seringkali disebut sebagai silent disease karena kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Akibatnya banyak pasien baru menyadari setelah kondisinya sudah parah dan membutuhkan cuci darah.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) sekaligus dokter spesialis urologi, dr. Athaya Febriantyo Purnomo, Sp.U, M.Sc (Oxon) mengatakan dua penyakit utama yang menjadi penyebab PGK adalah diabetes mellitus (kencing manis) dan hipertensi (tekanan darah tinggi). Sosok dokter muda yang praktik di RSSA Malang, RSI Unisma, dan RSUB itu menegaskan bahwa PGK bukanlah penyakit yang bisa diremehkan.

“Kedua penyakit ini dalam jangka panjang bisa merusak pembuluh darah halus di ginjal, hal inilah yang kemudian membuat fungsi penyaringan terganggu,” jelas dr Athaya kepada Malang Posco Media.

Selain itu, penyebab lain juga bisa berasal dari batu ginjal berulang, hingga infeksi ginjal menahun. Selain itu, penyebab PGK juga bisa berasal dari penyakit autoimun seperti lupus, serta konsumsi obat nyeri anti-inflamasi/non-steroid dalam jangka panjang.

“Jadi bukan hanya satu zat tunggal, tetapi kombinasi gaya hidup, penyakit metabolik, dan kerusakan ginjal yang berlangsung lama,” tambahnya.

PGK biasanya berkembang perlahan lebih dari 3 bulan. Pada awalnya pasien bisa tak merasakan gejala. Namun jika sudah lanjut, keluhan mulai terasa seperti bengkak di kaki atau kelopak mata, lemas, mual, sering kencing malam, hingga sesak napas dan penurunan kesadaran.

“Kalau sudah stadium akhir, ginjal tidak bisa lagi berfungsi dan pasien membutuhkan terapi pengganti ginjal berupa dialisis (cuci darah) atau transplantasi,” terang Athaya.

Untuk mencegah hal itu, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Memulai dengan membiasakan pola hidup sehat, seperti menghindari makanan dan minuman dengan kadar gula, garam dan kolesterol yang tinggi.

“Kendalikan gula darah dan tekanan darah, hindari obat bebas atau jamu yang tidak jelas kandungannya, perbanyak minum air putih minimal dua liter per hari, makan seimbang, olahraga rutin, serta cek kesehatan secara berkala bagi yang punya faktor risiko,” urainya.

Sedangkan bagi yang sudah terkena, penanganan bergantung pada stadium penyakit. Pada tahap awal, fokus utama adalah mengendalikan penyebab seperti diabetes atau hipertensi serta memperbaiki gaya hidup. Pasien juga disarankan mengikuti diet khusus sesuai anjuran dokter.

“Jika fungsi ginjal sudah sangat menurun, maka pasien harus menjalani hemodialisis, cuci perut (CAPD), atau melakukan transplantasi ginjal menjadi salah satu pilihan,” tambahnya.

Tata laksana tergantung stadium penyakit. Pada tahap awal, pengobatan difokuskan pada kontrol penyakit penyebab (misalnya diabetes/hipertensi) dan perubahan gaya hidup agar progresivitas penyakitnya lambat.

Ia mengatakan, ketika sudah terdiagnosa mengalami penyakit pada ginjal, pasien disarankan untuk mengikuti pola makan khusus yakni diet rendah garam, rendah protein sesuai anjuran dokter. Athaya juga mengatakan, bahwa PGK adalah penyakit diam atau tersembunyi yang bisa dicegah dengan gaya hidup sehat dan kontrol penyakit kronis sejak dini.

“Intinya, penyakit ginjal kronis adalah silent disease yang bisa dicegah dengan gaya hidup sehat dan kontrol penyakit kronis sejak dini. Deteksi dan penanganan awal sangat membantu kualitas hidup pasien,” pungkasnya. (rex/van)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img