spot_img
Friday, June 14, 2024
spot_img

DPKP Bentuk BUMP, Tingkatkan Nilai Jual Produk Pertanian

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Inovasi dalam meningkatkan pemasaran dan produksi komoditas hasil pertanian terus dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu. Terlebih sektor pertanian menjadi salah satu sektor unggulan daerah selain sektor pariwisata dan UMKM dalam mendorong pertumbuhan perekonomian daerah.

Disampaikan oleh Kepala DPKP Kota Batu, Heru Yulianto bahwa pada tahun 2022 sektor pertanian dan kehutanan telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian daerah hampir 15,18 persen. Kemudian secara geografis kawasan Kota Batu dibagi menjadi tiga bagian.

“Yaitu 57,5 persen kawasan perhutanan, 22 persen kawasan pertanian dan 20,5 persen Kawasan Pengembangan. Dengan luas kawasan pertanian tersebut terdapat 34.000 petani atau 15 persen dari jumlah penduduk Kota Batu,” ujar Heru kepada Malang Posco Media, Selasa (31/10) kemarin.

Ia menerangkan dari 15 persen penduduk tersebut mengelola lahan pertanian sebesar 11.748 Hektar. Oleh karena itu, dalam rangka untuk menggerakkan perekonomian di sektor pertanian pihaknya sependapat terus berupaya meningkatkan pemasaran produk komoditas hasil pertanian.

“Salah satu upaya yang dilakukan dengan membentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP) pada tahun 2023. BUMP memiliki fungsi sebagai wadah pengembangan ekonomi petani yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tawar terhadap hasil pertanian,” bebernya.

Dengan wadah ini, lanjut Heru, merupakan salah satu terobosan dan inovasi dengan tag line “Sartani Gaya” yang tidak hanya menyuguhkan pemasaran produk pertanian lokal unggulan Kota Batu secara digital (marketplace.red). Namun juga mengupayakan aspek pendampingan dalam pembuatan kemasan produk, tampilan maupun fitur yang menarik.

“Apalagi dengan telah beroperasinya Pasar Induk Among Tani dapat menjadi wadah untuk meningkatkan pendapatan, produktifitas dan memberikan kontribusi terhadap aspek pemasaran dan pertumbuhan produk komoditas hasil pertanian,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan sarana produksi alat pertanian bagi kelompok tani. Harapannya juga meningkatkan hasil pertanian para petani di Kota Batu. “Kami juga tengah berupaya agar petani di Kota Batu mendapatkan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Khususnya bagi buruh tani di Kota Batu,” pungkasnya. (eri)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img