spot_img
Thursday, February 22, 2024
spot_img

Dua Hari Acara Haul Mbah Mbatu Dihadiri Ribuan Jamaah, Jadi Ikonik Kota Batu

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Malang Posco Media, Kota Batu – Paguyuban Keluarga Besar Putro Wayah Pangeran Rajoyo menggelar acara Haul Mbah Mbatu, di makam Mbah Mbatu yang berada di Desa/Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Acara ini digelar dua hari, Sabtu dan Minggu, 27-28 Januari. Ribuan jamaah dari berbagai wilayah Malang Raya dan sekitarnya mendatangi acara.

Nurul Hidayat selaku Putro Wayah Pangeran Rajoyo menjelaskan, acara Haul Mbah Mbatu pada hari pertama diadakan kirab tabur bunga dari kantor Desa Bumiaji menuju makam Mbah Mbatu. Malamnya kemudian digelar acara istigosah.

“Kirab tabur bunga ini bentuk penghormatan dan seperti biasanya diadakan istigosah untuk tidak terlepas dari doa-doa, diikuti masyarakat sekitar,” tuturnya kepada Malang Posco Media, Minggu (28/1).

Pada hari ke dua, diadakan pengajian dengan mengundang Gus Gendeng. Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari Pemerintah Kota Batu. Yaitu, Kadis Pariwisata Arief As Siddiq. Hadir pula beberapa anggota dewan Kota Batu, TNI/Polri, perangkat camat/desa, hingga budayawan.

“Memulai dengan mocopat menceritakan sejarah. Mbah Mbatu sendiri ada empat. Yaitu, Raden Ayu Dewi Condro Asmoro, Pangeran Rajoyo, Raden Ayu Dewi Mutmainah, Kyai Abu Naim. Pangeran Rajoyo inilah yang menyebarkan Islam di wilayah Malang Raya dan mendirikan Ponpes Banaran,” papar Hidayat nama sapaannya.

Sementara itu, Haul Mbah Mbatu ini disebutnya yang ke 194 tahun sejak meninggal pada tahun 1830 silam. Hampir setiap tahun dilaksanakan Haul Mbah Mbatu, kadang acara besar dan kecil. Tahun ini, seluruh komponen jamaah datang ke Makam Mbah Mbatu.

“Mulai dari jamaah tahlil, para sepuh, para budayawan dan adat datang. Sampai ribuan jamaah yang datang. Kami menyiapkan tiga ribu kursi. Jamaah ada yang datang dari Lamongan dan Probolinggo,” sambung Hidayat.

Sementara itu Ketua Paguyuban Keluarga Besar Putro Wayah Pangeran Rajoyo, Chusnul Hidajat menambahkan, Makam Mbah Mbatu sudah menjadi ikonik Kota Batu. Ia mengharapkan acara ini ke depan dapat dilaksanakan secara berkala.

“Saya berharap dapat bekerja dengan seluruh anggota Paguyuban untuk menjaga, mengembangkan, dan memperkuat tali persaudaraan di antara kita untuk mengembangkan syiar Islam pada masyarakat luas” ucap Chusnul yang dipilih mengemban amanah menjadi ketua paguyuban sejak 20 Agustus 2023 lalu ini. (den/bua)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img