spot_img
Sunday, March 3, 2024
spot_img

Eks Napiter ke Polres Malang, Komitmen Cegah Radikalisme

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Isu intoleransi dan radikalisme masih menjadi hal yang diwaspadai di kalangan masyarakat. Terlebih dampaknya bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Mantan narapidana terorisme atau eks napiter menjadi mitra deradikalisasi yang mampu bersinergi untuk mencegah masuknya paham intoleran di kalangan masyarakat.

Seperti yang dilakukan tujuh eks napiter yang mendatangi Polres Malang, Mereka menemui langsung Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana. Kedatangan mereka disambut pejabat utama Polres Malang. Dalam kunjungannya, mereka menyatakan kesiapan bekerjasama dengan Polres Malang. Salah satu program kedepannya yakni pencegahan penyebaran paham intoleran dan radikalisme.

“Ini kali pertama, mereka menyatakan siap bekerjasama dengan kepolisian. Bagaimana bersama – sama melakukan upaya pencegahan sedini mungkin penyebaran paham intoleran atau yang kurang pas dengan semangat kesatuan dan Kebhinnekaan di Kabupaten Malang,” kata Kholis, sapaannya usai pertemuan, kemarin kepada wartawan.

Meski baru kali pertama kedatangan tamu eks napiter, Kholis mengaku sangat senang, apalagi mereka siap bersinergi menjaga situasi aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Malang. Tujuh eks napiter itu menyampaikan beberapa hal yang membantu pola pencegahan. Mengingat pengalaman mereka, menjadi bekal utama mencegah problem intoleransi dan radikalisme.

“Ada hal khusus yang dibicarakan secara intens. Tentu ke depan akan kami kerjakan tentang bagaimana merawat Kebhinnekaan, menjaga persatuan dan kesatuan,” tegas Kholis. Pertemuan tersebut berlangsung cukup tertutup . Kunjungan mantan napiter itu, juga untuk menghindarkan serta membentengi langsung warga Kabupaten Malang, agar tidak terganggu kegiatan intoleran.

“Karena penting menjaga keamanan, supaya stabilitas daerah untuk mendukung perekonomian bisa tetap terjaga bersama,” tukasnya. Kholis menegaskan, kegiatan spesifik akan dikerjakan bersama. “Namun secara detail masih belum bisa kami sampaikan. Karena masih mencari formula yang pas. Kami perlu intensifkan lagi konkrit dari bentuk sinergi tersebut,” tandasnya. (tyo/mar)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img