spot_img
Thursday, June 20, 2024
spot_img

Elon Musk Pertimbangkan Tarif Bulanan untuk X

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Malang Posco Media – Elon Musk, pemilik platform X, sedang mempertimbangkan kemungkinan membebankan tarif biaya bulanan kepada pengguna X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Dilansir People.com, Senin waktu setempat, Elon Musk mengemukakan gagasan tentang membebankan tarif biaya bulanan kepada pengguna X dalam percakapan tentang kecerdasan buatan (AI) yang disiarkan melalui akun X Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Meskipun rincian seperti besarnya biaya berlangganan dan tanggal peluncurannya belum dijelaskan, Musk menyebut bahwa langkah ini diambil untuk mengatasi masalah bot di platform tersebut.

“Kami beralih ke pembayaran bulanan yang kecil untuk penggunaan sistem X,” kata Musk.

Diskusi Musk dengan Netanyahu dimaksudkan untuk fokus pada AI, tetapi juga terjadi di tengah kritik bahwa penegakan hukum atas ujaran kebencian yang dilakukan X telah dibatalkan. Netanyahu memuji Musk atas komitmennya terhadap kebebasan berpendapat, tetapi ia juga meminta Musk untuk “mengembalikan” antisemitisme di platform tersebut.

“Jelas, saya menentang antisemitisme. Saya anti-apa pun yang, Anda tahu, yang mendorong kebencian dan konflik. Dan saya mendukung hal-hal yang membantu masyarakat dan membawa kita menuju masa depan yang lebih baik bagi umat manusia secara kolektif,” kata Musk.

Musk telah mengenalkan sejumlah perubahan pada platform tersebut setelah mengakuisisi perusahaan tersebut pada Oktober 2022. Salah satu langkah yang diambil adalah pengenalan layanan berlangganan Twitter Blue, yang memungkinkan pengguna membayar biaya bulanan sebesar 8 dolar AS atau sekitar Rp122 ribu untuk mendapatkan akses kepada sejumlah hak istimewa premium, seperti tanda centang biru yang menandakan bahwa pengguna telah “diverifikasi” sebagai akun asli.

Pada bulan Juli 2023, Musk mengumumkan “batas sementara” pada akun Twitter, termasuk membatasi jumlah Tweet yang dapat dibaca sebuah akun per harinya. Setelah mengumumkan bahwa akun terverifikasi akan dapat mengakses 6 ribu postingan per hari, akun yang belum terverifikasi hanya dapat mengakses 600 postingan per hari, dan akun “baru” yang belum terverifikasi dibatasi hingga 300 postingan per hari.

Selain itu, batas melihat postingan segera ditingkatkan menjadi 8 ribu untuk yang terverifikasi, 800 untuk yang belum terverifikasi dan 400 untuk yang baru belum terverifikasi. Perubahan tersebut terjadi di tengah keputusan Musk untuk mengubah citra perusahaan dari sebelumnya bernama “Twitter” menjadi “X”. (ntr/mpm)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img