spot_img
Thursday, June 20, 2024
spot_img

Festival Wayang Kulit 2023 di Banyuwangi Dimainkan Ki Sanggit Abhillawa, Ki Galih Kidung Wibowo dan Ki Edo Sabdo Carito

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Malang Posco Media, Banyuwangi- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menggelar Festival Wayang Kulit. Festival ini digelar dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional 2023, dengan menampilkan parade tiga dalang asal Banyuwangi selama tiga hari pada 6-8 November.

Pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Karetan Kecamatan Purwoharjo itu memainkan tokoh-tokoh wayang kulit dengan gaya dan karakter yang berbeda.

“Festival ini salah satu yang mendapat animo tinggi dari masyarakat Banyuwangi, khususnya warga di wilayah selatan yang biasanya dikenal dengan daerah Mataraman. Wayang menjadi atraksi yang ditunggu warga,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam keterangan yang diterima di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.

Festival wayang ini, lanjut dia, juga menjadi bentuk apresiasi dan pelestarian wayang kulit sebagai warisan budaya tak benda yang telah diakui oleh UNESCO sejak 2 November lalu. Wayang salah satu identitas budaya Indonesia yang harus terus dihidupkan.

Menurut Ipuk, wayang kulit adalah bagian dari tradisi positif yang harus dilestarikan dan dikembangkan, dan wayang kulit menjadi sarana menyampaikan pesan moral positif.

“Wayang kulit itu sangat lengkap dan luas. Wayang kulit sarat kreativitas, ada seni rupa, ada seni peran dalam teaternya, ada seni suara, juga ada seni musik. Festival Wayang Kulit akan terus dilanjutkan dan kami dukung pengembangannya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi MY Bramuda mengatakan kegiatan Festival Wayang Kulit ini berlangsung selama tiga hari tiga malam.

Festival Wayang Kulit 2023 di Banyuwangi menghadirkan lakon Ampak-Ampak Manahilan yang dimainkan oleh Dalang trio, yaitu Ki Sanggit Abhillawa, Ki Galih Kidung Wibowo dan Ki Edo Sabdo Carito.

“Lakon ini mengisahkan penyesalan raksasa yang melakukan peperangan balas dendam di hutan Manahilan. Meski mengerahkan segala kekuatan, sang raksasa tetap kalah dengan kesatria kebenaran. Lakon ini dipilih sebagai bentuk refleksi diri dan introspeksi bagi masyarakat untuk selalu berbuat baik dan menjauhi kejahatan,” ujar Bramuda.

Dilansir dari Antara, Festival Wayang Kulit 2023, mendapat antusiasme yang luar biasa dari warga, ribuan orang menghadiri pertunjukan wayang tersebut.

“Warga Banyuwangi selatan memang banyak dihuni warga suku Jawa, untuk itu kami menggelar wayang di wilayah ini. Banyak peminatnya,” tuturnya.

(ntr/jon)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img