spot_img
Monday, February 26, 2024
spot_img

Gedung Depo Arsip Seluas 780 Meter Persegi Diresmikan, Habiskan Anggaran Rp 3,5 Miliar

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Pemkot Batu tidak akan lagi kebingungan menyimpan arsip-arsip penting. Pasalnya saat ini Pemkot Batu telah memperluas Depo Arsip dengan membangun gedung baru seluas 780 meter persegi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu, Santi Restuningsasi mengatakan bahwa sebelumnya Pemkot Batu hanya memiliki Depo Arsip seluas 400 meter persegi. Di mana depo arsip yang lama itu digunakan untuk ruang penyimpanan arsip inaktif dan statis baik media konvensional maupun baru. Selain itu, digunakan sebagai ruang pengolahan dan layanan arsip.

“Pada bangunan yang lama hanya memiliki kapasitas penyimpanan arsip inaktif 40 persen dari OPD yang ada. Begitu juga dengan penyimpanan arsip statis kapasitas ruang penyimpanannya masih 50 persen dari OPD yang ada di Pemkot Batu serta beberapa dari swasta dan perseorangan,” ujar Santi kepada Malang Posco Media saat peresmian gedung yang baru Selasa (16/1) kemarin.

Seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan perlindungan dan penyelamatan arsip, maka Pemkot Batu menginisiasi adanya perluasan gedung dengan kapasitas yang memadai. Sehingga pembangunan depo arsip baru dimasukkan dalam program strategis daerah (PSD) tahun 2023.

“Pada akhirnya perluasan dengan pembangunan gedung baru berhasil direalisasikan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (DPKP) Kota Batu tahun 2023. Sesuai kebutuhan jangka panjang Depo Arsip yang baru memiliki luas sekitar 780 meter persegi dan terdiri dari dua lantai,” bebernya.

Lebih lanjut, Santi menjelaskan bahwa depo yang baru akan digunakan untuk sarana penyimpanan arsip inaktif maupun statis. Sedangkan ruang administrasi, pengelolaan dan layanan arsip serta diorama dengan memanfaatkan gedung yang lama.

Depo Arsip Kota Batu saat ini menyimpan dua jenis arsip, yakni arsip statis dan arsip inaktif. Untuk arsip statis, terdiri dari arsip tekstual sejumlah 167.280 berkas, arsip foto 5.617 lembar, arsip kartografi 112 berkas, arsip mini DVD 568 keping dan arsip wawancara bersejarah lisan 2 video.

Arsip tersebut merupakan hasil penyerahan dari 18 OPD, 2 arsip organisasi Politik, organisasi masih, 1 perusahaan swasta dan 2 arsip perseorangan. Sedangkan arsip inaktif, terdiri dari Arsip Tekstual sejumlah 835.762 berkas dan Arsip Kartografi sejumlah 56 berkas.

Ditambahkan oleh Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai memberikan apresiasi terhadap segala kegiatan di Disperpusip utamanya pengelolaan arsip hingga meraih berbagai prestasi bahkan peringkat 3 nasional. Untuk itulah, Pj. Aries berharap ada reward bagi dinas yang berprestasi utamanya dengan menambahkan anggaran pada SKPD tersebut untuk menambah sarana dan prasarana pelengkap.

“Saya minta Pak Sekda kita beri tambahan anggaran pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang telah berhasil meraih prestasi di bidang kearsipan, nantinya bisa digunakan untuk menambah sarana dan prasarana yang masih belum lengkap agar segera dicukupi, ini sebagai reward bagi SKPD yang berprestasi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala ANRI, Imam Gunarto menjelaskan tentang arahan Presiden RI Joko Widodo terkait pengelolaan arsip yang penting sebagai salah satu penyelamatan data dan jika dibutuhkan segera ditemukan. Dirinya juga mengapresiasi para arsiparis di Kota Batu, tentunya peran mereka sangat bagus hingga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bisa meraih prestasi meraih peringkat 3 nasional.

Pihaknya juga mengapresiasi arsip di Kota Batu yang telah didukung dengan teknologi informasi. Artinya Pemkot Batu telah mengimplementasikan sistem manajemen arsip yang efisien dan terintegrasi.

“Hal ini bertujuan untuk memudahkan akses dan pengelolaan data historis. Bahkan Pemkot Batu telah melakukan langkah konkret seperti pelatihan bagi staf dalam pengelolaan arsip digital, pemeliharaan dokumentasi dan pelestarian warisan budaya daerah,” pungkasnya. (eri/jon)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img