spot_img
Tuesday, April 16, 2024
spot_img

Gelar Gebyar, Dukung UKMK Sawit Go Internasional

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Guna membangun kapasitas dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Koperasi petani sawit dalam memproduksi hasil produk hilir sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit  menggelar Kegiatan Promosi Gebyar UMKM (Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi)  berbahan sawit dalam tajuk ‘Just Saw it UKMK’.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka mendukung UKMK Sawit Go Internasional. Disisi lain juga sebagai dukungan dan penyelarasan atas arahan dari Menteri Keuangan dalam Leaders offsite Meeting (LOM) 2022 terkait dengan optimalisasi sinergi pemberdayaan UMKM dan Kegiatan Menteri Keuangan pada ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governor’s Meeting (AFMGM).

Direktur Utama Badan pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengatakan bahwasanya kegiatan yang digelar pada Jumat (10/11) berlokasi di Mal Olympic Garden (MOG) tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh BPDPKS dalam memperkuat mempromosikan perbaikan dari Kelapa Sawit.

“Kegiatan yang diselenggarakan di Malang ini merupakan kegiatan yang ketiga, setelah sebelum nya kita lakukan kegiatan yang sama di Yogyakarta pada 28 sampai 30 Juli lalu serta dilanjutkan Palembang, Sumatera Selatan pada 29 September sampai 1 Oktober lalu,” terangnya.

Gebyar UKMK Berbahan Sawit menjadi wujud dari tugas BPDPKS dalam melakukan promosi perkebunan kelapa sawit sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 61 tahun 2015 .

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan terhadap signifikansi perkebunan kelapa sawit sebagai produk yang dinilai strategis, khususnya dalam penguatan hilirisasi komoditas kelapa sawit,” paparnya.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan upaya yang dilakukan dalam mendukung pemulihan dan percepatan ekonomi, khususnya pada sektor promosi minyak sawit dan hasil produksi  sawit lainnya dalam mendorong peningkatan volume ekspor maupun industri sawit Indonesia.

“Termasuk juga keterlibatan UKMK Berbasis Sawit. Untuk itu bisa didorong untuk Go Internasional. Sebagai komoditas strategis, kelapa sawit berperan besar dalam masyarakat Indonesia, baik dalam aspek ekonomi, sosial maupun ketahanan energi,” imbuhnya.

Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, telah di ekspor ke seluruh penjuru dunia. Produk sawit Indonesia dapat berkontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia, yang diproyeksikan menjadi 307 Juta Ton di tahun 2050.

“Beragam keunggulan minyak sawit harus dimaksimalkan, agar semakin kompetitif dibandingkan dengan minyak nabati non sawit lainnya. Kontribusi Indonesia dalam produksi minyak nabati dunia mencapai 22 persen. Dan kurang lebih 60 persen untuk minyak sawit dunia,” terangnya.

Tantangan sektor sawit menjadi pemicu untuk mempercepat tiga pilar sustainability yang meliputi aspek ekonomi, sosial dan lingkungan menuju sistem sekuler ekonomi. Diharapkan melalui kegiatan tersebut mampu untuk membekali para UKMK sehingga dapat produk sawit dapat menembus pasar internasional. (adm)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img