MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Komunitas ojek online (ojol) Kota Batu yang tergabung dalam Grasiba menggelar aksi solidaritas atas peristiwa meninggalnya driver ojol yang dilindas mobil rantis Brimob di Jakarta. Puluhan driver ojol tersebut menggelar longmarch damai, doa bersama dan membagikan pita hitam di depan Balai Kota Among Tani Batu dan Pos Polisi Alun-Alun Batu Jumat (29/8) pagi.
“Aksi longmarch yang kami lakukan sebagai bentuk solidaritas driver Kota Batu atas peristiwa yang terjadi di Jakarta. Sebagai bentuk solidaritas kami tidak menggelar demo, tapi doa bersama dan membagikan pita hitam,” ujar Ketua Grasiba Kota Batu, Burhanudin kepada Malang Posco Media di depan Balai Kota Among Tani pagi ini.
Aksi damai tersebut dilakukan karena mereka menyayangkan adanya satu driver ojol meninggal akibat dilindas mobil rantis. ” Sebenarnya komunitas di Batu menyayangkan ar oknum brimob. Sudah tertabrak masih dilindas, kenapa tidak mundur, kan aman mobilnya. Kami sangat menyayangkan sehingga menggelar doa bersama dengan Polres Batu,” bebernya.

Dengan keadaan saat ini bisa segera membaik, pasalnya mereka berharap bisa bekerja aman dan nyaman. Untuk itu mereka berkomitmen tidak akan menggelar demo di Kota Batu.
“Kami tidak mau aksi, kita mau damai, hanya ingin keadaan aman, narik nyaman dan orderan ramai. Juga kami berharap tidak muluk-muluk ke pemerintah, cukup kebijakan pemerintah lebih berpihak ke masyarakat kecil agar perekonomian meningkat dan jangan menaikkan pajak, karena (kenaikan pajak.red) kami juga kena imbas dan orderan sepi,” terangnya.
“Tujuan kita tidak demo, tapi aksi damai. Selanjutnya kami akan berkomunikasi dengan Polres Batu untuk meminta ijin dan memfasilitasi tempat kegiatan doa bersama peringatan 7 hari meninggalkan driver ojol. Untuk lokasi masih menunggu hasil dari Polres, apakah di Pos Polisi Alun-Alun atau di depan Balai Kota Batu,” pungkasnya. (eri/aim)