Sunday, August 31, 2025

Gerak Cepat Atasi Kelangkaan Beras Medium

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Polresta Malang Kota dan Polres Malang Gelar Gerakan Pangan Murah

MALANG POSCO MEDIA – Gerak cepat atasi kelangkaan beras medium di Kota Malang. Pemkot Malang telah  rapat koordinasi (rakor) menyikapi masalah tersebut. Di sisi lain Polresta Malang Kota dan Polres Malang gelar Gerakan Pangan Murah untuk membantu warga.

Upaya terdekat atasi kelangkaan beras medium yakni operasi pasar dan pemantauan lapangan. Ini disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Malang Ir Diah Ayu Kusuma Dewi MT saat dimintai tanggapan, Kamis (14/8) kemarin.

“Kami mengamati itu. Kami mengakui belum ada pantauan langsung tetapi memang hari ini tadi (kemarin) kami sampaikan ke Pak Wali (Wali Kota Malang) rencana kami rapat memang hari ini (kemarin) setelah itu Pak Wali akan putuskan kapan akan turun lihat langsung ke lapangan,” tegas Diah saat ditemui kemarin siang.

Meski begitu Diah mengatakan Pemkot Malang akan segera menindaklanjuti. Rencana seperti pemantauan langsung ke distributor-distributor sembako, pasar-pasar tradisional, toko retail hingga operasi pasar menjadi opsi terbaik yang bisa dilakukan.

Pemkot Malang, kata dia akan menelusuri lebih dalam penyebab kelangkaan beras-beras jenis medium di Kota Malang.

“Informasinya ada isu-isu beras oplosan. Nah yang diisukan oplosan kan yang premium ini dampaknya jadi ke jenis medium. Dicari banyak orang kemudian stok jadi terbatas. Tetapi kami masih dalami lagi,” papar Diah.

Ia menjelaskan untuk memastikan isu beras oplosan ada atau tidak di Kota Malang, pemda harus melakukan uji sample beras. Karena menentukan beras oplosan atau tidak,  tidak bisa dilakukan secara kasat mata.

Diah mengatakan tim di lapangan harus mengambil sample-sample beras yang ada. Kemudian dimasukan uji coba lab.

“Melihat beras itu oplosan atau tidak, jika beras premium maksimal 15 persen berasnya ini ada patahannya. Kalau di medium maksimal 20 persen ada patahannya. Kalau tak langsung dilihat di lapangan dan diuji lab susah diketahui. Jadi memang harus ada cek ke lapangan langsung dulu, rencana akan kami lakukan,” tegas Diah.

Disampaikannya, selama isu beras oplosan ini beredar, Pemkot Malang belum melakukan pengujian sample beras. Karena belum melakukan pemantauan langsung beras-beras ini di lapangan. Maka dikatakan belum menemukan adanya indikasi temuan beras oplosan.

Terkait alasan lain kelangkaan beras jenis medium, salah satunya mengenai HET hingga rencana penghapusan jenis beras medium dan premium, Diah mengaku belum memiliki data untuk memastikan hal ini.

“Kami rapatkan dan akan segera tindaklanjut ke lapangan. Kami juga segera akan koordinasi dengan Bulog. Kemungkinan minggu ini sudah ada tindakan ke lapangan,” kata  Diah.

Sementara itu Wakil Pimpinan Kantor Bulog Cabang Malang, Mochammad Bramanda mengatakan Bulog Malang menjamin ketersediaan pasokan beras dari gudangnya untuk wilayah Malang Raya dan Pasuruan Raya. Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai stok.

“Stok kami sekitar 40.000 ton. InsyaAllah aman sampai akhir tahun ini dan tahun depan,” papar Bramanda saat ditemui di Mapolres Malang Kota saat Bulog melakukan pendistribusian beras SPHP dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) di Mapolres Malang Kota siang kemarin.

Bramanda menambahkan, stok tersebut akan kembali bertambah seiring masuknya musim tanam kedua (MT2) yang diperkirakan jatuh pada bulan September.

Menanggapi keluhan masyarakat mengenai sulitnya menemukan beras medium, khususnya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bramanda menyatakan bahwa Bulog terus menggencarkan distribusi. Menurutnya, tidak ada kendala logistik dari pihak Bulog.

“Kami terus menyuplai beras SPHP ke semua pasar, terutama pasar-pasar pantauan BPS seperti Pasar Blimbing dan Pasar Sawojajar. Seiring berjalannya waktu, pasokan akan lebih merata,” jelasnya.

Beras SPHP dijual dari gudang Bulog seharga Rp 11.000 per kilogram dan harga eceran tertinggi (HET) di pasar ditetapkan maksimal Rp 12.500 per kilogram. Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Bulog bekerja sama dengan Satgas Pangan yang terdiri dari TNI, Polri, dan dinas terkait.  

Sementara itu, Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polresta Malang Kota bersama Bulog, kembali digencarkan untuk membantu masyarakat. Dalam waktu kurang dari dua minggu, total beras yang sudah disalurkan mencapai 84,5 ton, yang disampaikan dalam peluncuran program simbolis secara serentak di Mapolresta Malang Kota, Kamis (14/8) kemarin. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono menyampaikan, distribusi dilakukan bertahap sejak awal Agustus. Di kloter pertama setidaknya ada sebanyak 36 ton beras SPHP yang berhasil didistribusikan.

“Tahap awal kemarin 36 ton, hari ini bertambah 48,5 ton. Jadi totalnya 84,5 ton,” ujarnya setelah pemberangkatan pasokan beras SPHP untuk didistribusikan ke masyarakat melalui Polsek jajaran secara serentak se-Indonesia yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo secara daring.

Beras yang dipasok Bulog ini dijual seharga Rp 55 ribu per sak dengan bentuk kemasan 5 kilogram. Hal ini sama dengan harga beras yang keluar langsung dari gudang (off gudang) atau setara Rp 11 ribu per kilogram.

Kombes Nanang memastikan kualitasnya terjamin dan tidak ada bedanya dengan yang sudah beredar di pasaran. “Sudah kami coba masak, kualitasnya. Alhamdulillah, bagus dan enak,” tegasnya.

Ia menambahkan, stok beras di Bulog masih mencukupi hingga akhir tahun bahkan aman untuk awal tahun depan. Polresta berkomitmen akan terus membantu masyarakat, khususnya dalam pendistribusian beras agar lebih mudah dijangkau, dengan mendekatkan dijual insidental di Polsek jajaran.

“Kami selalu berkomunikasi dengan Bulog. Masyarakat, khususnya di Kota Malang, tidak perlu khawatir,” tandasnya.  

Sementara itu, sekitar empat ton beras disediakan pihak kepolisian kepada warga dalam Gerakan Pangan Murah di Kantor Camat Pakisaji, Kamis (14/8) kemarin. Warga datang silih berganti membeli beras dalam kemasan 5 kg dengan harga yang lebih murah dibandingkan di toko ataupun pasar.

Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno menyampaikan, Gerakan Pangan Murah tersebut atas kerjasama Polres Malang dengan Pemkab Malang dan Bulog serta bersinergi dengan Kodim. Ada 10 titik lain kegiatan yang sama dilaksanakan secara bersamaan.

“Kurang lebih ada empat ton disalurkan di sini (Kantor Camat Pakisaji). Sedangkan di titik lain rata-rata dua ton,” ujar Danang saat ditemui di tengah-tengah Gerakan Pangan Murah.

Kegiatan tersebut juga diketahui digelar pada hari berikutnya di masing-masing Polsek jajaran Polres Malang. Bila permintaan atau peminat masyarakat tinggi, jumlah beras akan disesuaikan dengan kondisi ketersediaan di Cabang Bulog Malang.

“Nanti kami sesuaikan, tergantung nanti ketersediaan dari Bulog ada berapa banyak. Kemudian kalau memang stabilitas harga di pasar masih diperlukan kegiatan intervensi seperti ini, nanti bisa dilaksanakan,” jelas Danang.

Pimpinan Cabang Bulog Malang M Nurjuliansyah Rachman menguraikan, Polres Malang sudah dua kali PO (Purchase Order). Pertama, 78 ton beras dan ditambah kembali 40 ton untuk yang tahap kedua.

“Mungkin nanti dari Pak Kapolres arahannya jika diperlukan dilakukan kegiatan tambahan, kami siap untuk support,” kata Nurjuliansyah.

Ia menambahkan, stok beras di Cabang Bulog Malang saat ini masih mencukupi untuk meng-cover selama enam bulan kedepan. Terlebih bulan mendatang sudah memasuki masa panen.

Sementara itu, Wabup Malang Lathifah Shohib menyampaikan, Pemkab Malang akan selalu berusaha berpihak kepada masyarakat untuk menekan jangan sampai terjadi inflasi. Karena ini akan memberatkan masyarakat. 

“Apalagi baru saja tahun ajaran baru banyak kebutuhan masyarakat untuk kepentingan pendidikan anak-anak,” kata Wabup Malang.

Bila individu dengan inflasi tinggi, lanjutnya, maka masyarakat akan semakin menderita. “Karena itu pemerintah Kabupaten Malang tentunya akan turun tangan untuk melakukan upaya-upaya supaya inflasi ini bisa ditekan,” tambah Wabup Malang.

Hariono, warga Dusun Bendo Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji datang untuk membeli beras pada Gerakan Pangan Murah di Kantor Camat Pakisaji, kemarin. Ia mengakui harga beras dalam kemasan per 5 kg lebih murah dengan di pasar atau toko.

“Satu bungkus beras berisi lima kg harganya Rp 58 ribu. Kalau di toko atau pasar harganya Rp 70 ribu,” ucap Hariono. Ia mengaku terbantu dengan harga yang lebih murah.

Tampak Hariono memanggul dua kemasan beras masing-masing 5 kg telah dibeli. Ia mengetahui informasi adanya kegiatan Gerakan Pangan Murah dari tetangganya.

“Per lima kilo beras bisa buat satu minggu untuk tiga orang keluarga,” pungkas pria berusia 51 tahun tersebut. (ica/rex/den/van)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img