spot_img
spot_img

GM FKPPI Jatim: Sinkronkan Data Korban Tragedi Kanjuruhan

Malang Posco Media, Surabaya-Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Jatim, menyesalkan tidak adanya sinkronisasi data korban tragedi sangat memilukan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen Kabupaten Malang yang merenggut nyawa hingga 100 orang lebih.
Bahkan, antara pejabat satu dengan pejabat lainnya, data yang disampaikan semuanya berbeda. Padahal pejabat yang menyampaikan sangat kompeten untuk menjadi rujukan. Hal ini menimbulkan kesimpangsiuran di masyarakat.
Demikian ditegaskan Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim Ir.R.Agoes Soerjanto, dalam siaran pers kepada Malang Posco Media,Senin (3/10).
Tokoh pemuda ini mencontohkan,data yang disampaikan Presiden Joko Widodo menyebut jumlah korban sebanyak 129 orang meninggal dunia. Tapi,jumlah ini berbeda dengan yang disampaikan Kapolri, Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi bahwa korban meninggal 125 orang.

Kemudian,berbeda lagi dengan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, menyebut jumlah korban meninggal dunia sebanyak 131 orang. Bahkan sebelumnya, Emil menyatakan jumlah korban meninggal dunia 174 orang, berdasarkan data yang didapatnya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim. Namun akhirnya dikoreksi menjadi 131 orang.
“Jumlah berbeda lagi disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang dengan menyebut jumlah korban meninggal dunia sebanyak 182 orang. Jumlah tersebut belum termasuk jumlah korban luka-luka, baik ringan maupun berat,”urainya.
Karena itu,
Menanggapi jumlah korban yang berbeda-beda tersebut, Agoes mengkhawatirkan kondisi ini bisa menjadi penyebab munculnya hoax di masyarakat.
“Tragedi Kanjuruhan ini sangat memilukan. Memantik empati luar biasa. Tidak hanya mendapat perhatian dari dalam negeri, tapi juga dunia internasional. Sangat disayangkan jika data yang disampaikan berbeda-beda,” tegas pria ramah ini.
Agoes minta pemerintah segera membuat lembaga khusus yang menjadi rujukan data yang akan dikeluarkan. Pencatatan data terpusat ini penting, agar tidak semua orang bisa menyampaikan data sesuai yang ia dapat, sehingga akhirnya data yang disampaikan berbeda satu dengan lainnya.
Sementara itu, Sekretaris GM FKPPI Jatim, Didik Prasetiyono menambahkan, korban tidak hanya yang meninggal dunia tapi juga korban yang selamat maupun mengalami luka ringan, luka berat dan yang mengalami depresi dan trauma. Sebab yang datang ke stadion juga banyak dari kalangan ibu-ibu, anak-anak bahkan balita.
Direktur Utama PT SIER ini menegaskan, korban yang selamat dan mengalami depresi dan trauma juga harus mendapat perhatian. “Harus ada yang memberikan trauma healing dan bantuan psikolog kepada mereka. Sebab yang mengalami depresi dan trauma juga termasuk korban,”pungkasnya.(nug/jon)



BERITA LAINNYA