spot_img
Saturday, July 20, 2024
spot_img

Gubernur Khofifah: Alhamdulillah, Tren PAD Jatim Stabil Tanpa Ada Kontraksi

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Target PAD UPT Bapenda Kota Malang Naik 15,74 Persen

SURABAYA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Timur dari sisi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terpantau stabil meski Indonesia tengah menghadapi gelombang ketiga Pandemi Covid-19.

- Advertisement -

Bahkan pada periode yang sama di tahun lalu, jumlah penerimaan tahun ini mengalami peningkatan.

“Alhamdulillah, tren PAD Jatim dari Bapenda relatif stabil bahkan progresif. Tidak ada kontraksi ,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau langsung data Real Time E-Samsat Jatim di Kantor Bapenda Jatim, Kota Surabaya, Rabu (17/2) sore.

Berdasarkan data Bapenda Jatim per tanggal 17 Februari 2022, penerimaan kas PAD Jatim mencapai Rp 1,56 triliun atau 10,95 persen dari target PAD tahun 2022 sebesar Rp 14,25 triliun.

Dibanding penerimaan tahun lalu pada periode yang sama, penerimaan PAD tahun ini meningkat 0,85 persen. Pada 17 Februari 2021, Bapenda Jatim mencatat penerimaan PAD sebesar Rp 1,43 triliun atau 10,11 persen dari target PAD 2021 sebesar Rp 14,24 triliun.

“Perbandingan Year on Year (YoY), sangat penting pasalnya untuk mengukur seluruh kinerja keuangan dari Pemprov Jatim,” jelasnya.

Menurut Khofifah, capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kesadaran masyarakat Jawa Timur dalam membayar pajak.

Selain itu, kata dia, sebagai penanda bahwa kondisi perekonomian masyarakat Jawa Timur cukup baik. Apalagi, dalam pencapaian target pajak tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan melainkan juga daerah-daerah melalui UPT Bapenda.

“Tiga UPT di kabupaten di Madura sudah memenuhi target PAD Jatim dari sektor pajak. Begitupun tujuh UPT lainnya di Jatim yang telah mampu memenuhi target pajak di awal tahun. Ini  merupakan kinerja luar biasa,” tuturnya.

Khofifah menyebut, dengan target PAD sebesar 12,45 persen per tanggal 17 Februari, tercatat sepuluh UPT mampu memenuhi targetnya.

Antara lain, Pasuruan 16,47 persen, Sumenep 16,03 persen, Bangkalan 16,02 persen, Jombang 15,77 persen Sampang 15,75.persen, Malang Kota 15,74 persen, Surabaya Timur 15,56 persen, Sidoarjo 15,4 persen, Surabaya Utara 15,24 persen dan Mojokerto 15,19 persen.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat
yang atas partisipasinya yang luar biasa untuk terus mendukung pembangunan yang ada di Jawa Timur,” lanjut Khofifah. (has)

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img