MALANG POSCO MEDIA, MALANG – SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Sistem Pesantren benar-benar go internasional. Tidak hanya siswa, tapi juga gurunya. Jika siswanya aktif dalam program students exchange, immersion program dan tidak sedikit yang diterima di perguruan tinggi luar negeri, gurunya pun tidak mau kalah.
Beberapa waktu lalu, Ratri Wahyuningtyas, S.Pd, guru SMA Islam Sabilillah Malang, hadir dalam acara Special Training Program for Enhancing Teaching Competencies under the Guidance of International Chinese Language Education Standards. Kegiatan ini digelar di Center for Language Education and Cooperation yang bekerja sama dengan East China Normal University, Shanghai.
Di kegiatan tersebut, Ratri mendapat banyak wawasan serta pengalaman internasional dalam pembelajaran Bahasa Mandarin. Para peserta kegiatan ini belajar konsep, metode dan materi yang relevan serta up to date terkait pembelajaran Bahasa Mandarin. “Bagi saya ini kesempatan yang sangat berharga. Karena kami bisa belajar langsung dari para pakar dan profesor di universitas ternama di Tiongkok,” ujarnya kepada Malang Posco Media.
Ratri menjelaskan, Special Training Program for Enhancing Teaching Competencies under the Guidance of International Chinese Language Education Standards memberikan banyak hal baru. Materi yang disampaikan tidak hanya seputar teori pembelajaran bahasa, tetapi juga strategi praktis dalam kelas.
“Seperti bagaimana mengajarkan kosakata, tata bahasa, aksara, hingga integrasi budaya dengan cara yang lebih hidup dan mudah dipahami oleh siswa,” terang Guru Bahasa Mandarin SMA Islam Sabilillah Malang ini.
Yang menarik, kata dia, terdapat kelas diskusi kecil dengan beberapa rekan guru dari Malaysia, Vietnam, Kamboja dan Thailand. Para peserta berdiskusi mengenai pengalaman mengajar dengan perbedaan budaya dan masalah yang dihadapi saat mengajar Bahasa Mandarin di negara masing-masing,

“Sesi ini membuka perspektif baru bagi kami tentang bagaimana mengajar bahasa Mandarin dalam konteks Internasional,” imbuhnya.
Special Training Program for Enhancing Teaching Competencies under the Guidance of International Chinese Language Education Standards digelar selama kurang lebih dua Minggu. Banyak pengalaman dan hal baru bagi peserta yang berasal dari berbagai negara tersebut. Dari Indonesia hanya tiga orang. Ratri satu-satunya guru sekolah. Lainnya dosen.
Dan yang tidak kalah serunya, di kegiatan tersebut para peserta mendapatkan pengalaman budaya. Mereka berkesempatan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Shanghai. Merasakan langsung suasana kehidupan di Tiongkok yang sudah memanfaatkan teknologi modern dengan pembayaran serba digital (NFC ponsel), transportasi yang canggih dan cepat, serta gaya hidup yang serba cepat, nyaman dan praktis.
“Dengan pengalaman ini, saya jadi tidak hanya mengajarkan Bahasa Mandarin pada siswa di sekolah. Tetapi juga mengenal lebih dekat kebudayaan Tiongkok. Harapannya, mereka dapat memahami bahwa belajar bahasa selalu berkaitan erat dengan budaya, sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu, keterbukaan, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya,” tuturnya.
Sekolah Sabilillah merupakan sekolah Islam yang dikembangkan oleh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang. Memiliki empat jenjang pendidikan yang tersebar di tiga kampus besar. Mulai dari TK Islam Sabilillah Malang 1, TK Islam Sabilillah Malang 2, SD Islam Sabilillah Malang 1, SD Islam Sabilillah Malang 2, SMP Islam Sabilillah Malang dan SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Sistem Pesantren. (imm/sir/lim)