MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Pengerjaan konstruksi untuk proyek drainase Jalan Soekarno Hatta (Soehat) segera dilakukan dalam waktu dekat. Makin dekat dengan pekerjaan itu, petugas gabungan dari Satpol PP Pemprov Jatim, Satpol PP Kota Malang, TNI/Polri, DLH dan DPUPRPKP Kota Malang melakukan penertiban di sisi barat Jalan Soekarno Hatta untuk mengkondisikan area yang akan dibangun drainase, Senin (4/8) kemarin.
Demi kelancaran pekerjaan proyek drainase Soehat, penertiban yang dilakukan yaitu meliputi penertiban utilitas publik yang ada di sepanjang area proyek. Yakni seperti reklame, kabel provider, kabel listrik, hingga pohon-pohon yang berada di jalur tersebut.
“Ini untuk memudahkan proses pengerjaan saluran drainase nanti. Kami dari Satpol PP Provinsi Jatim dan Kota Malang mendukung proses pembersihan area ini. Jadi ini kerja kolaborasi,” terang Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Pemprov Jatim Tabrani saat penertiban kemarin.
Dijelaskan Tabrani, pihaknya sejak lama telah menyurati para pemilik utilitas yang ada di jalur proyek sepanjang 1,4 kilometer tersebut. Pihaknya bahkan sudah berkirim surat sebanyak tiga kali agar para pemilik bisa melakukan pembongkaran secara mandiri. Tidak hanya itu, pihaknya bersama Satpol PP Kota Malang juga sudah melakukan sosialisasi kepada pemilik serta warga sekitar.
“Targetnya secepatnya, kalau bisa selesai satu hari karena ini akan segera dilakukan pekerjaan di lapangan. Makanya dari kami, ada 15 personel dari Pemprov Jatim yang diterjunkan pada hari ini, ditambah dari personel TNI/Polri,” harap dia.
Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono menambahkan, pihaknya sudah mulai melakukan penyiapan lokasi setelah sidak yang dilakukan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat serta Wakil Gubenur Jawa Timur atau sejak enam bulan lalu.
“Kemudian secara informal dan formal, kami dari Satpol PP Kota Malang juga sudah memberitahu ke pemilik reklame, pemilik utilitas baik melalui sosialisasi maupun surat peringatan kesatu, kedua dan ketiga,” tambah Heru.
Setelah sosialisasi dan surat peringatan, sejumlah pemilik reklame dan kabel utilitas secara mandiri sudah melakukan pembongkaran. Berdasarkan pantauan kemarin, setidaknya sudah ada delapan reklame yang sudah dibongkar dan beberapa diantaranya sedang proses pembongkaran.
“Sebenarnya enak kalau dibongkar mandiri seperti itu. Yang penting dari pemilik utilitas itu punya kesanggupan untuk menyelesaikan berapa hari dia punya kesanggupan. Tetapi kalau mundur-mundur terus, kan kegiatan ini ada limit waktunya,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Ismintarti menyampaikan, untuk penanganan pohon tidak semuanya ditebang, tapi hanya pohon yang berada di atas saluran drainase saja. Terkait jumlahnya, ia belum bisa memastikan karena nantinya menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Kami sudah lihat langsung di lapangan dan menyesuaikan arahan pimpinan, nanti prinsipnya itu pohon yang tidak terkena dampak proyek, tidak akan ditebang. Kalau jumlahnya, perlu melihat di lapangan sesuai arahan pimpinan dan melihat kondisi di lapangan, apalagi pemilik pohon itu kan milik Pemprov Jatim ya,” terangnya.
Sebagai informasi, proyek drainase Soehat ini akan dikerjakan oleh kontraktor PT. Bangun Konstruksi Persada dengan konsultan pengawas Wahana Prakarsa Utama. Proyek bernama Rehabilitasi Daerah Irigasi Sengkaling Kiri Kota Malang ini bernilai kontrak Rp 30,1 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur. Proyek pembangunan drainase sepanjang 1,4 kilometer ini berada di bawah tanggung jawab Dinas PU Sumber Daya Air Pemprov Jawa Timur.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan, sesuai permintaan Pemprov Jatim pihaknya sudah memerintahkan kepada Satpol PP Kota Malang untuk penertiban reklame dan utilitas lain di sepanjang Soehat sejak jauh hari, serta meminta Dishub Kota Malang untuk menyiapkan pengaturan lalu lintas ketika nantinya berjalan pengerjaan drainase.
“Ini sudah dilakukan karena pelaksanaannya akan segera berjalan. Jadi kami melaksanakan sesuai dengan arahan Pemprov Jawa Timur. Termasuk kalau untuk pohon, saya pastikan tidak akan terlalu banyak terdampak,” pungkasnya. (ian/aim)