MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Arema FC menjelma jadi tim haus gol di kompetisi BRI Liga 1 2024/2025. Sebanyak 47 gol dibuat Tim Singo Edan di 27 pertandingan dan 20 di antaranya dicetak pada 10 laga terakhir di putaran kedua. Analisis yang tepat membuat anak asuh Ze Gomes ini bahkan nyaris selalu mencetak gol dalam sepuluh laga.
Di putaran kedua ini, hanya di pekan 18 atau pertandingan pertama saja Alfarizi dkk gagal mencetak gol. Saat itu, Arema FC kalah dari Dewa United.
Setelah kekalahan dari tim paling produktif di kompetisi musim ini tersebut, Arema FC perlahan menunjukkan grafis permainan meningkat. Di laga lawan Dewa United, selain jadi kesempatan pertama Ze Gomes, kala itu tim baru saja libur dua pekan jeda di akhir tahun.
Pelatih Arema FC Ze Gomes mengatakan senang dengan progres timnya. Apalagi, bila di-average, timnya mencetak dua gol per pertandingan.
Kondisi ini jelas memperbaiki performa Arema FC di musim sebelumnya. Bahkan sampai 34 pekan, hanya 42 gol tercipta.
“Saya senang melihat bagaimana perkembangan tim ini. Kami memang melakukan analisis setiap pertandingan untuk menerapkan apa yang harus kami lakukan,” kata Ze Gomes.
Analisis tersebut, bakal menentukan menu latihan penggawa Arema FC. Hal ini terlihat setiap pekannya, tim kerap memiliki fokus latihan yang berbeda. Misalnya pekan ini bermasalah pada penyelesaian akhir, maka sektor tersebut dapat perhatian khusus. Kemudian, menu latihan dalam hal taktikal, juga menyesuaikan calon lawan yang akan dihadapi.
Selain itu, khususnya di putaran kedua ini, Arema FC mulai dominan mengusung strategi dua striker. Duet Charles Lokoli Ngoy dan Dalberto jadi pilihan, yang ditopang oleh dua sektor sayap yang kerap berganti. Baik Salim Tuharea, Dedik Setiawan, Dendi Santoso hingga Bayu Setiawan.
“Kami memasang dua striker agar membuat gol lebih banyak,” imbuh pelatih asal Portugal tersebut.
Ze Gomes tampaknya melihat potensi besar dengan bermainnya dua striker. Lokoli memiliki kecepatan dan body balance apik, sedangkan Dalberto memiliki naluri dan aktif pula menjemput bola.
Bahkan, bila dalam hal penyelesaian akhir lebih baik, sejatinya jumlah gol Arema FC bisa lebih banyak. Misalnya ketika tujuh peluang emas lawan Malut United gagal, atau di dua laga terakhir banyak kesempatan membuat gol tapi hanya berujung tiga lawan Persija dan empat lawan Barito Putera.
“Harusnya, lebih dari itu gol yang dibuat. Terutama dalam pertandingan terakhir (melawan Barito Putera),” tandas Gomes.
Dia berharap, timnya menjaga performa tersebut. Ze Gomes ingin Dalberto konsisten, lantas tim terus memperbaiki kekurangan baik dalam hal mencetak gol maupun di sektor belakang yang kerap pula kecolongan atau lengah. (ley/jon)