spot_img
Monday, July 15, 2024
spot_img

Heboh di Kidal, Air Mengalir dari Sumber Mendadak Merah Darah

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA– Warga Kampung Telon  Dusun Krajan Desa Kidal Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang geger. Pasalnya akhir pekan lalu salah satu sumber air yang ada di desa tersebut mengalirkan air berwarna merah darah. Peristiwa ini  viral di media sosial. Terlebih fenomena tersebut terjadi menjelang 1 Suro atau 1 Muharram.

“Tadi malam banyak orang yang datang ke sini. Mereka melihat langsung air yang mengalir berwarna merah itu,’’ kata Nur Susiono, Ketua RT 28 RW 02 Desa Kidal Kecamatan Tumpang.

Susiono mengatakan fenomena air sumber mengalir berwarna merah darah ini baru kali pertama terjadi. Sebelumnya tidak pernah ada.

Lantaran itulah banyak warga pun was-was. Mereka khawatir dengan fenomena alam yang tidak biasa itu. “Warga was-was dan takut.  Mereka takut, jika air berwarna merah itu menjadi petanda hal buruk terjadi di kemudian hari,’’ katanya.

Sebagai Ketua RT, Susiono berusaha menenangkan hati warga. Melalui Grup WhatsApp (GWA), Sosiono meminta warga tetap tenang, dan berdoa yang terbaik.

“Tadi malam (Sabtu) saya meminta warga tidak menduga-duga hal-hal yang belum terjadi. Kami minta warga tetap tenang, dan tidak mengkait-kaitkan dengan hal-hal buruk,’’ ucapnya.

Namun demikian, Susiono mengatakan banyak warga berdatangan ke lokasi sumber air itu. Bahkan ada yang  mengambil air tersebut untuk dibawa pulang.

“Iya, banyak sampai Subuh tadi (kemarin) banyak warga yang datang dari luar Desa Kidal. Mereka tidak hanya penasaran dan melihat langsung aliran air. Tapi juga membawa airnya pulang. Mereka membawa air dengan peralatan seadanya,’’ tambahnya.

Susiono mengatakan jika fenomena air yang berubah warna merah ini terjadi Sabtu (6/7) lalu. Yaitu pukul 10.00 WIB. Ditemukan kali pertama oleh warga Kampung Ngasem Desa Kidal. Tapi karena takut orang tersebut langsung pulang tanpa memberitahu kepada orang lain.

Selanjutnya adalah Yudianto.  Warga yang rumahnya berhadapan dengan Suliono ini tahu aliran air berwarna merah saat sedang membersihkan kandang ayam. “Pak Yudianto kaget dengan air yang berwarna merah itu. Kemudian memeriksa kondisi air,’’ ucapnya.

Yudianto pun membenarkan hal itu.  Kepada Malang Posco Media, Yudianto mengatakan   dia tahu sekitar pukul 13.00 WIB. Saat dia menuju kandang ayam.  Saat itu aliran air berwarna merah tidak jauh dari kandang ayamnya. Yudianto pun langsung  penasaran. Ia meminta Mamat, seorang karyawannya  untuk melihat langsung.

“Tadinya saya melihat saja dari kandang ayam. Saya penasaran, karena semakin lama warna merah pada aliran air itu semakin pekat bak darah,’’ ungkapnya.

Karena penasaran, Yudianto pun memilih   melakukan penyisiran. Saat itulah dia tahu jika air berwarna merah itu berasal dari kedung kecil atau sumber mata air.

“Waktu itu saya bertanya-tanya. Ini merah karena apa. Beneran saya penasaran,’’ ucapnya.

Meskipun sempat takut dan was-was, dia pun memutuskan turun ke kedung. Dia mengorek-korek area kedung. Namun demikian, dia tidak menemukan apapun di sana, selain batu dan kaca bekas pecahan gelas.

Melihat fenomena aneh ini, Yudianto pun memvideokan  aliran air itu. Dia menyebarkannya ke grup-grup WhatsApp.

“Karena aneh saja, tiba-tiba warna airnya merah. Air itu mengalir sampai ke sungai Amprong di Desa Kedungboto Kecamatan Pakis yang membuat air di aliran sungai itu juga berwarna merah,’’ katanya.

Meskipun mengaku menyebarkan ke grup WhatsApp, tapi Yudianto mengelak jika dia menyebarkan ke media sosial. Dia tidak tahu menahu jika video yang dibuatnya itu masuk ke aplikasi TikTok ataupun Instagram.

Yang pasti, begitu informasi air berwarna merah darah itu mencuat, banyak warga kemudian berdatangan. Mereka penasaran  air berwarna merah darah itu. “Sampai subuh tadi (kemarin) banyak warga datang. Bahkan sampai sore ini (kemarin) banyak warga yang datang, tapi air sudah jernih. Aliran air kembali normal pukul 03.00 – 04.00 WIB tadi. Sekarang sudah aman,’’ katanya.

Terpisah sesepuh Desa Kidal Kecamatan Tumpang Warsono mengatakan,  kedung mengalirkan air berwarna merah darah itu baru kali pertama terjadi.  

“Kalau ditanya kenapa air bisa merah saya kurang paham,’’ katanya.Yang jelas, tahun 1990 lalu, kedung tempat sumber air itu awalnya adalah tempat mandi pusaka, dan mandi manusia. Terutama menjelang 1 Suro.  Namun demikian, sejak 20 tahun lalu,  tidak ada lagi orang yang memandikan pusaka atau warga yang mandi di sana. Dia tidak tahu apa sebabya. Tapi yang jelas, sejak kedung tersebut tidak difungsikan, menjadi kotor. Banyak sampah di area itu.

“Saya sempat menduga bahwa ular yang menunggu area di sana tertusuk. Tapi itu tidak mungkin,’’ ucapnya.

Ditemui di rumahnya Warsono  sempat menduga itu karena pewarna. Namun karena semua air yang mengalir warnanya merah, dugaan itu kemudian ditepiskannya.

“Kalau karena apanya, mohon maaf saya tidak paham.  Yang jelas fenomena ini harus membuat kita semua intropeksi diri,’’ ucapnya.

Dia juga mengatakan bahwa warga akan menggelar kegiatan peringatan bulan Suro Senin (8/7) hari ini. Yaitu dengan menggelar selamatan desa di area pesarean umum Desa Kidal. Selamatan desa ini sebagai simbol rasa syukur dan ucapan doa warga agar tahun-tahun sebelumnya Desa Kidal semakin baik dan tidak ada musibah.(ira/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img