spot_img
spot_img
Sunday, April 14, 2024
spot_img
spot_img

Hitung Surat Suara, Petugas Pemilu Luar Negeri Lembur

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Pena de Portugal

Hampir sepekan pesta demokrasi telah berlangsung. WNI di Portugal coblosan 10 Februari 2024 (Pena de Portugal edisi Senin 12 Februari) lalu. Penghitungan suara dilakukan 14 Februari. Lantas bagaimana suasana dan hasil penghitungan suara Pilpres di Portugal?

Sebelumnya WNI yang tinggal di Portugal melakukan  coblosan lebih awal. Yakni 10 Februari 2024 di KBRI Lisbon. Ada tiga metode yang dilakukan oleh panita pemilu untuk pengambilan suara. Pertama, datang langsung ke TPS KBRI. Kedua melalui Kotak Suara Keliling (KSK) dan yang terakhir melalui POS (memfasilitasi WNI yang tinggal jauh dari Lisbon).

Meskipun sudah nyoblos duluan,  penghitungan suara tetap dilakukan pada 14 Februari 2024. Mengikuti waktu Indonesia. Dan dipastikan kotak suara masih dalam kondisi tersegel aman tanpa kecurangan sedikitpun.

Beberapa teman di Indonesia bertanya terkait hasil pemungutan suara di luar negeri. Karena sudah banyak berita yang beredar di media sosial. Mereka terkaget bahwa belum ada penghitungan suara. Dan ternyata berita tersebut hoaks.

Penghitungan suara di Lisbon diadakan selama dua hari. Yakni 14 Februari (TPS dan KSK) dan 15 Februari (POS). Jumlah panitia KPPS yang hadir sebanyak 11 orang (4 luring, 7 daring). WNI juga turut hadir meramaikan penghitungan suara  sebagai saksi.

“Pada hari pertama terdapat 48 saksi sedangkan hari kedua 37 saksi, cukup antusias   warga Indonesia di Lisbon. Mereka hadir langsung ke KBRI dan juga memantau hasil melalui siaran zoom secara online”, ucap Ika Yuwiani Puspasari, anggota PPLN. Panitia juga menyediakan makan siang bersama bagi para saksi yang sudah hadir di KBRI.

Duta Besar Rudy Alfonso beserta jajaran staf KBRI Lisabon juga ikut menjadi saksi dari pukul 10.00 – 15.00 WET (Western European Time).  Dari hasil perhitungan menunjukkan 35 suara untuk paslon nomor 1 (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar),

125 suara untuk paslon nomor 2 (Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka) dan 89 suara untuk paslon nomor 3 Ganjar Pranowo – Mahfud Md.

Pasangan Prabowo- Gibran unggul di Portugal. Total suara ini didapatkan dari penghitungan TPS, KSK, dan POS.

“Pekerjaan tim PPLN tidak hanya sampai sini. Kami masih harus melakukan rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara, berkoordinasi dengan panitia Pemilu di Jakarta juga. Masa tugas kami juga baru akan berakhir pada bulan April. Sehingga masih butuh banyak kegiatan koordinasi hingga benar-benar Pemilu dinyatakan beres,” kata  Ermita Yusida.

Sama halnya dengan di Indonesia para petugas Pemilu juga sampai lembur. Mereka memegang tanggung jawab besar kontribusi untuk negara.

Pemilu di Portugal bisa dibilang berjalan sangat lancar dibanding dengan kondisi Pemilu di negara lain. Belanda, Inggris, dan Malaysia adalah beberapa negara dengan jumlah pendudukan Indonesia terbanyak. Mencapai ribuan. WNI perlu mengantre berjam-jam untuk bisa mendapatkan giliran untuk mencoblos. Bahkan ada juga yang akhirnya tidak mendapatkan haknya untuk mencoblos karena waktu telah habis, datanya tidak ada, dan surat suaranya habis.

Ada yang 5 tahun lalu tidak memiliki masalah dengan pendataan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Namun pemilihan presiden kali ini tidak tercantum dalam DPT.

Di Belanda, Inggris, dan Switzerland memanjakan para WNI dengan mengadakan bazar makanan juga. Sehingga setelah mencoblos para WNI bisa membeli makanan Indonesia. Lumayan sebagai ajang temu teman sambil menikmati masakan Indonesia.  Tidak ada yang gratis, semua wajib bayar.

Sedangkan di Lisbon kondisinya terbalik. Surat suara tidak mengalami kekurangan sama sekali. Melainkan jumlah surat suara yang masuk tidak sesuai dengan jumlah WNI yang ada di Portugal. Ada tiga kendala yang ditemukan Ketua PPLN Rachmat Samatimbang.  Pertama, data pemilih sementara DP4LN yang diterima oleh KPU dari Kemlu, bersumber dari data WNI di Portugal yang telah terdaftar pada Portal Peduli WNI (WNI yang sudah melakukan lapor diri pada portal peduli WNI). Namun, tidak semua WNI melaporkan kedatangannya di Portal Peduli WNI, saat ini menurut data dari KBRI Lisabon hanya sekitar 41 persen WNI yang melakukan lapor diri pada Portal Peduli WNI.

Kedua, 70 persen dari total jumlah WNI di Portugal bekerja di sektor kelautan (ABK Ikan), dimana keberadaannya di Portugal tidak menentu (hanya sekitar 1-2 tahun) dan rata-rata dari ABK tersebut tidak melaporkan kedatangannya ke KBRI maupun secara online di Portal Peduli WNI.  Ketiga, pada saat masa pendaftaran pemilu, banyak WNI di Portugal, khususnya yang bekerja sebagai ABK Ikan tidak melakukan pendaftaran.

“Puji syukur semua agenda berjalan lancar. Satu demi satu tugas mulai terselesaikan. Berangkat pagi pulang malam sudah menjadi rutinitas beberapa waktu terakhir ini. Selama menjadi anggota PPLN di Lisabon, Portugal, tidak ada kendala besar yang dihadapi, semuanya bisa diatasi berkat koordinasi dan kekompakan dari Tim PPLN Lisabon Portugal”, kata  Rachmat Samatimbang.

Pasangan Prabowo – Gibran  unggul dalam Pilpres. Meskipun   beda pilihan namun tetap satu keluarga besar Indonesia di Portugal. Rukun selalu damai sentosa. Harapan kami diaspora Indonesia di Portugal selalu mendoakan yang terbaik untuk Indonesia tercinta. (opp/van) 

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img