spot_img
Monday, February 26, 2024
spot_img

IGD Calon Legislatif Gagal, Seniman Kota Batu Bikin Karya Menggelitik

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Seniman Kota Batu, Sugeng Pribadi membuat karya seni menggelitik dengan pesan bagi calon legislatif (Caleg) harus menerima resiko kekalahan dalam Pemilu 2024 mendatang. Karya yang dibuatnya berjenis seni 3 dimensi atau seni instalasi.

Judul karyanya ‘IGD Calon Legislatif Gagal’. Akan dipamerkan di Galeri Raos Kota Batu, Sabtu (10/2) mendatang. Terciptanya judul karya tersebut timbul dari sebuah pertanyaan.

Sugeng Pribadi yang akrab disapa Cak Klemin menjelaskan, seni instalasi berjudul IGD Calon Legislatif Gagal dibuatnya berawal dari undangan yang diterima dari Pondok Seni Kota Batu untuk mengikuti pameran di Galeri Raos Kota Batu.

Tema pameran kali ini ialah ‘Pilih, Kuasai, dan Duduki. Secara umum, tema ini mencakup benda berupa kursi yang direspon oleh seniman yang diundang. Pameran nantinya diikuti 23 seniman.

“Saya mencoba mentafsir kursi ini berbicara tentang apa? Kebetulan tahun ini menjelang Pilkada dan Pilpres dan saya korelasikan ke momen ini,” paparnya kepada Malang Posco Media.

Sementara itu, karya instalasi yang dibuat Klemin menggunakan kursi dibaluti dengan plastik daur ulang warna merah putih dan terdapat dua infus beserta selangnya. Karya ini sudah dipersiapkan satu Minggu dan sudah siap dipamerkan.

Karya instalasi berjudul IGD Calon Legislatif Gagal muncul berdasarkan apa yang diamati Klemin soal Pemilu dari tahun sebelumnya. Kemudian timbul pertanyaan dibenaknya.

“Saya teringat dengan Pemilu tahun sebelum-sebelumnya. Di mana banyak caleg yang gagal mengalami frustasi. Bahkan, benar-benar gila. Caleg yang gagal ini kemudian dikemanakan dan ditolong seperti apa? dari sini kemudian saya mencoba membuat karya instalasi semacam IGD,” jelas pria berusia 50 tahun tersebut.

Karya yang dibuat Klemin disebutnya sebagai warning untuk para Caleg yang akan bertarung di Pemilu 2024. Menurut warga Jalan Pattimura Kelurahan Temas Kecamatan/Kota Batu tersebut, setiap caleg harus memahami dan menerima konsekuensi resiko yang ditimbulkan pasca pemilihan, menang maupun kalah. Gagal maupun berhasil.

“Karena Caleg ini banyak mengeluarkan biaya dan tenaga, namun ternyata gagal. Mereka harus menerima resiko itu. Kalau gak kalah, ya menang. Kalu gak jadi, ya gagal. Calon legislatif harus betul-betul paham resiko dari dampak pasca pemilihan. Kalau gagal harus diterima dengan ikhlas,” pungkasnya. (den/eri/jon)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img