.
Sunday, December 15, 2024

Indonesia Bisa Buat Kejutan di Olimpiade, dari Cabor Apa Saja?

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Malang Posco Media – Para atlet Indonesia diyakini dapat memberi kejutan dalam  Olimpiade 2024  di Paris. Terlebih Olimpiade tahun ini adalah di tahun terakhir kepemimpinan Presiden Jokowi. Sehingga atlet Indonesia akan  memberi kejutan sebagai hadiah yang baik untuk masyarakat dan Presiden Jokowi.

Demikia ditegaskan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo  dalam  forum bertajuk “Menjaga Semangat Kolektif Menuju Merah Putih Berkibar” di Jakarta, Senin.

Ditambahkan, di Olimpiade 2020 Tokyo, kontingen Indonesia mampu mempersembahkan lima medali yaitu, satu medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Peluang Indonesia kini terbuka lebar selain melalui cabang olahraga bulu tangkis yang selalu mendulang emas utama namun juga lewat cabor panjat tebing dan angkat besi yang kini rekor dunia masih dipegang oleh atlet-atlet Indonesia.

Untuk mempersiapkan atlet, Menpora Dito telah menyiapkan program yang saling bersinergi antara pemerintah hingga sektor swasta.”Kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kita dalam menghadapi ajang olahraga terbesar di dunia ini,” ujar Menpora Dito.

Chef de Mission (CdM) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan bahwa kolaborasi dan sinergi menjadi kunci untuk mengumandangkan lagu Indonesia Raya di pentas dunia.”Ada dua kata kunci yang saya pegang ketika ditunjuk menjadi CdM Olimpiade 2024 Paris.

Pertama bagi saya ini adalah perjuangan panjang untuk membawa nama baik Indonesia, dan kedua kita harus saling kolaborasi dan kerja sama yang baik untuk mencapai satu tujuan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di pentas dunia,” kata Anidya Bakrie.

Lebih lanjut, Anindya mengungkapkan ada semangat besar dari semua elemen untuk mempertahankan tradisi Indonesia mendulang medali di Olimpiade.”Ada semangat yang besar untuk menuju Olimpiade 2024, kami namakan (tujuan tersebut) Merah Putih berkibar, Indonesia Raya berkumandang. Karena untuk itu terjadi kita perlukan emas, tentu itu bukan muluk-muluk tapi kita ingin mempertahankan tradisi supaya bisa Indonesia Raya terus berkumandang,” kata Anindya Novyan Bakrie. (ntr/nug)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img